Andi Salim dan kawan-kawan/RMOLJabar

rmoljabar Perselisihan yang tak kunjung usai sejak puluhan tahun dari aksi jual-beli aset kantor DPD Partai Golkar Bekasi yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat memasuki babak baru.

Andy Iswanto Salim selaku pembeli mengaku habis kesabaran. Dia pun menggeruduk kantor partai berlambangkan Pohon Beringin tersebut.

Andi Salim mengatakan kasus jual-beli aset kantor DPD Partai Golkar Bekasi tersebut akan dibawa ke Mabes Polri Republik Indonesia. Hal itu dial lakukan sebagai upayanya memperjuangkan kepastian hukum atas hak yang dia miliki.

“Saya hanya mau buka mata banyak orang, biar semua orang-orang pada tahu dan bisa menilai sendiri bahwa ternyata semua kebaikan dan dukungan orang-orang baik dan benar tidak bernilai dimata RE,”tegas Andy Salim saat ditemui di Gedung DPD Golkar Kota Bekasi, Selasa (7/7).

Menurut Andi, dia sudah mengikuti dan melakukan semua kemauan dan saran yang pernah diajukan oleh pihak penjual seperti masa Pilkada Kota Bekasi kemarin. Semua itu, lanjutnya, dilakukan demi menjaga marwah dan keberhasilan Partai Golkar di Kota Bekasi.

” Namun hingga saat ini saya malah dipermainkan,” ujarnya.

Andi menyebut bila, kasus ini sudah selesai,  putusan inkracht (berkekuatan hukum tetap) dari PN Bekasi menyebut dirinyalah yang menjadi pemilik gedung dan tanah tersebut. Dia mengaku selama ini tak ada ikitad baik yang dilakukan oleh DPD Partai Golkar Kota Bekasi untuk menyelasikan perselisihan secara baik-baik.

“Sebelum terjadi tranksasi penjualan sudah ada keputusan bersama antar kedua DPD tanggal 13 September 2004 lalu kemudian diperkuat lagi pada rapat pleno dimasing-masing DPD pada tanggal 1 Oktober 2004 lalu pada tanggal 25 Oktober 2004, terjadilah tranksaksi jual beli aset DPD Partai Golkar di Notaris Ny. Rosita Siagian, SH di Kota Bekasi,” urainya.

“Lalu tiba-tiba saya digugat oleh DPD Golkar Kota Bekasi lalu terjadi kesepakatan yang diperkuat oleh putusan perdamaian Nomor 41/pdt.g/2015/PN Bekasi yang isinya bahwa DPD Partai Golkar ingin mengembalikan uang. Saya dengan masa waktu yang sudah disepakati bersama dan ternyata mereka tidak menepati, yang anehnya mereka gugat kembali dan kalah sampai banding pun tetap kalah sampai Inkrach,” imbuhnya.

Kita, sambung Andy, dapat melihat bagaimana profile DPD tidak amanah dan dapat merugikan kelangsungan Partai Golkar karena pemimpin yang tidak dapat menempati janjinya dan tidak taat hukum.

“Saya akan terus berjuang untuk menegakkan kebenaran demi sebuah kepastian hukum, saya akan menuntut semua pihak yang sudah terbukti merugikan saya. Semoga Tuhan menolong saya dan melaknat orang-orang yang sudah berlaku dzolim dan yang paling konyol pihak DPD Golkar kembali menggugat saya di PN Bekasi dengan dalil bahwa mereka tidak pernah merasa memiliki aset yang sudah mereka perjualbelikan dengan saya. Bahkan, lawyernya malah mempersilahkan saya untuk melapor ke polisi,” paparnya.

Andi mengungkapkan, pihaknya sudah melaporkan kasus tersebut ke Polda Metrojaya dengan nomor laporan LP/3887/VII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ,” tegas Andy.

Andy menambahkan bahwa selain RE, Andy Salim juga ikut melaporkan AM, Abd. H, Nir F yang juga ikut terlibat dalam penjualan asset dantidak tertutup untuk pihak-pihak lain yang belum disebutkan. “Laporan tersebut terkait Penipuan dan atau Penggelapan dan atau memberikan keterangan palsu kedalam akta otentik,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here