Ketua Penasehat GBLA Lovers Bandung Aristomuhaji/RMOLJabar

rmoljabar GBLA Lovers mendesak Pemerintah Kota Bandung untuk segera mengembalikan fungsi Stadion GBLA. Terlebih, saat ini Persib Bandung membutuhkan tempat sebagai homebase jelang kompetisi Liga 1 2020.

 

Pasalnya, pengelolaan stadion berkapasitas 38.000 kursi itu masih menjadi polemik antara Pemerintah Kota Bandung dengan PT Adhi Karya selaku kontraktor.

Sedangkan Stadion Sijalak Harupat yang digunakan musim lalu, kemungkinan akan direnovasi karena menjadi kandidat venue perhelatan Piala Dunia U-20.

Ketua Penasehat GBLA Lovers Bandung Aristomuhaji menilai, GBLA seperti disuntik mati tidak bisa dipergunakan. Seharusnya bisa dipergunakan karena sudah tidak ada masalah.

“Saya datang menemui Pak Wakil Wali Kota Bandung, menyampaikan hasil kajian kita di GBLA lovers. Ketika hari ini Persib kebingungan dengan butuhnya stadion dan kita sebagai orang yang cinta terhadap GBLA akan menanggapi itu,” katanya usai audiensi di Balai Kota Bandung, Jumat (10/1).

Pihaknya menilai, ketika berbicara masalah struktural bangunan, surat dari kementrian PUPR sudah menjelaskan itu dari 2015 bahwa GBLA sudah tidak ada masalah. Oleh sebab itu, hasil kajian beberapa profesor yang tergabung dengan para akademisi Bandung juga menjelaskan hal tersebut.

“Bahkan, kemungkinan itu sudah diprediksi 15 tahun akan mengalami penurunan dan itu bukan di struktur utama karena struktur utama bangunan GBLA itu menggunakan tihang pancang dan itu kedalamnya sampai 39 meter. Jadi kita harus pahami kenapa terjadi penurunan dan tidak akan berpengaruh untuk keamanan. Karena untuk beberapa puluh tahun kedepan aman untuk digunakan,” jelasnya.

Ia berharap stadion GBLA secepatnya bisa digunakan karna pihaknya sudah bertemu dengan petinggi Persib dan berharap stadion GBLA menjadi homebase Persib dan dikelola oleh Persib.

“Yang jelas saya meminta segera digunakan karena tidak ada masalah,” tegasnya.

Saat disinggung, belum selesainya permasalahan serah terima, ia pun mempertanyakan kenapa kemarin bisa digunakan untuk beberapa kegiatan termasuk pertandingan Persib dan Persija.

“Kalau masalah serah terima, kemarin-kemarin kenapa bisa. Jadi saya kira ini bukan masalah serah terima, tetapi soal perizinan. Dan itu bisa jadi dari kepolisian atau dari mana karena Pemkot sendiri menyatakan mensupport kepada Persib jika ingin menggunakan,” paparnya.

Lebih lanjut Aris mengatakan, sebenarnya sudah tidak ada masalah, persoalannya dari izin. Pasalnya, seperti yang sudah dikatakan Pemkot sendiri sangat mensupport bahkan sudah mempersiapkan langkah-langkah Tertentu.

“Mereka tinggal menunggu saja. Jadi emang langkah-langkah Pemkot saya apresiasi dan ternyata tadi ada di perizinan bukan di wilayah Pemkot. Kalau memang masalahnya ada diperizinan, masa kami harus demo ke Mapolrestabes Bandung. Tapi kalau memang perlu kenapa tidak, itu dilakukan sebagai salah satu upaya,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here