Wakil Bupati Helmi Budiman melakukan monitoring CPNS Di Tasikmalaya beberapa waktu lalu/Istimewa

rmoljabar Pelaksaan seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk wilayah kerja Priangan Timur, Jawa Barat, masih berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) kompleks Bale Kota Tasikmalaya.

 

Salah satu peserta CPNS asal Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Firman (30) mengaku sudah datang ke lokasi tes sejak pukul 13.30 WIB. Sebab, di jadwal yang diterimanya tes akan berlangsung pukul 14.30 WIB.

“Peserta harus datang satu jam sebelum tes untuk registrasi. Tapi pas sampai, tahunya tesnya molor,” katanya, Sabtu (8/2).

Ia mengatakan, tes CPNS itu merupakan yang kali pertama diikutinya. Sejumlah persiapan ia lakukan sebelum melaksanakan tes, seperti membaca kembali buku-buku terkait dengan soal yang akan ditanyakan.

Menurut dia, tak ada kendala berarti untuk mengikuti pelaksanaan SKD. Hanya saja, lokasi tes yang berada di Kota Tasikmalaya terlalu jauh dari rumahnya di Kabupaten Garut.

“Dari rumah, perjalanan ke sini sudah dua jam,” kata lelaki yang memilih pergi pulang tanpa menginap karena tak punya saudara di Tasikmalaya itu.

Senada dengan Firman, Jejen (30) mengatakan, lokasi tes CPNS yang berada di Kota Tasikmalaya terlalu jauh dari rumahnya di Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut.

Lelaki yang harus mengikuti tes pada sesi pertama itu bahkan mesti berangkat dari rumahnya sebelum matahari terlihat.

“Saya berangkat habis shalat subuh. Sampai di sini pukul 06.30 WIB untuk registrasi dulu,” kata lelaki yang mengambil formasi untuk guru negeri itu saat dihubungi.

Beruntung, hasil tesnya melewati nilai ambang batas. Ia optimistis dapat diterima sebagai PNS di Kabupaten Garut.

Sementara itu, salah satu peserta lainnya dari Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Tika (29) juga mengaku terkendala masalah jarak lokasi tes yang terlalu jauh. Untuk menuju tempat tes dari rumahnya dibutuhkan waktu sekira 3 jam.

“Mending di Garut tesnya kalau ada fasilitasnya mah. Kalau di sini terlalu jauh,” kata perempuan yang sudah dua kali mengikuti tes CPNS untuk menjadi guru negeri itu.

Selain itu, ia juga menilai tes CPNS yang dilakukan secara umum tak adil. Sebab, para guru honorer yang sudah mengabdi belasan tahun harus disamakan dengan anak muda yang baru lulus kuliah.

“Mereka enak masih fresh, kita yang honorer ikut tes harus mikirin buat belajar besok juga. Harusnya kalau honorer ada jalur khusus,” kata dia, yang telah 12 tahun menjadi guru honorer itu.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here