Ilustrasi Pilkada 2020/Net

rmoljabar Selain menganut asas LUBER (Langsung Umum Bebas dan Rahasia), prinsip Pilkada pada 2020 ini yang akan dilaksanakan di masa pandemi Covid-19 (virus corona) mengalami penambahan.

Pertama Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) harus mengutamakan keselamatan dan kedua menerapkan protokol atau standar kesehatan sesuai anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai sebaran Covid-19.

Begitu pandangan dari Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bandung, Januar Solehuddin dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kantor Berita RMOLJabar, Minggu (2/8).

Januar berharap penyelenggara pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjaga dua prinsip (keselamatan dan kesehatan) itu dan menjadi perhatian di setiap tahapan Pilkada Kabupaten Bandung.

“Kami secara kelembagaan akan melakukan pengawasan termasuk melihat adanya potensi pelangggaran didalamnya seperti sekarang ini yang sedang ngetren adalah integritas ASN menjaga netralitas,” jelasnya.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan menegaskan, pihaknya akan turut serta mengawal keamanan ketertiban masyarakat di setiap tahapan Pilkada, sebab sektor itu menjadi suatu hal sangat penting.

“Apalagi bakal ada penambahan TPS untuk mencegah kerumunan warga mengingat Pilkada tahun ini digelar saat pandemi. Tentu hal ini akan ada pengaruh pada jumlah personil yang bertugas dilapangan,” katanya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here