Syaiful Huda saat memberikan paket sembako/RMOLJabar

rmoljabar Ketua DPW PKB Jabar, Syaiful Huda menilai, wabah Covid-19 telah berdampak luas terhadap seluruh tatanan masyarakat, terutama dalam aktivitas ekonomi.

Huda menyebut, kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para pegiat seni dan budaya yang selama ini mengandalkan penghasilan dari kegiatan kesenian dan kebudayaan.

Pasalnya, aktivitas seni dan budaya kini tak bisa lagi digelar seperti saat kondisi masih normal karena diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Para pegiat seni dan budaya ini adalah kalangan yang membutuhkan perhatian pemerintah,” ucap Huda, dalam kegiatan Ngabuburit bersama Seniman yang mengusung tema 22 Tahun Reformasi di Aula Kreatif DPW PKB Jabar, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kota Bandung, Selasa (19/5).

Menurutnya, pemerintah harus memberikan perhatiannya kepada para pelaku seni dan budaya, baik pada masa darurat saat ini hingga pemulihan pasca pandemi Covid-19.

“Saat masa pemulihan nanti, pemerintah harus mampu memobilisasi para seniman ini. Saya sudah bicara dengan Mas Nadiem (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim) dan Mas Wishnu (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama) terkait upaya mobilisasi seniman ini,” katanya.

“Setahu saya programnya sudah ada, tapi saya tidak tahu apakah kuotanya terbatas atau bagaimana, nanti saya tanyakan lagi,” tambah Huda yang juga sebagai Ketua Komisi X DPR RI itu.

Di masa darurat pandemi Covid-19 saat ini, kata Huda, perhatian pemerintah terhadap para pelaku seni dan budaya masih minim. Untuk itu, melalui kegiatan Ngabuburit bersama Seniman ini, pihaknya berinisiatif memberikan bantuan berupa paket sembako dan kadeudeuh.

“Ini adalah bentuk otokritik kita bahwa para pelaku seni dan budaya, termasuk guru ngaji dan para pelaku ekonomi informal lainnya belum banyak mendapat sentuhan serius dari pemerintah,” ungkapnya.

Huda menyebut, perhatian yang diberikan pihaknya juga sebagai wujud penghargaan terhadap para pelaku seni dan budaya, khususnya di Kota Bandung yang merupakan etalase Provinsi Jabar.

“Mungkin perhatian yang kami berikan tidak seberapa, namun ini adalah bentuk perhatian dan kepedulian kami terhadap mereka yang terdampak langsung Covid-19,” imbuhnya.

Salah seorang seniman Kota Bandung, Yayan Khato mengakui bahwa profesi yang dijalaninya terdampak langsung pandemi Covid-19 yang berimbas pada kulitnya memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dirinya berterima kasih atas bantuan yang diberikan DPW PKB Jabar karena dapat meringankan beban hidupnya. Ia pun berharap, kegiatan sosial serupa dapat diikuti oleh kalangan masyarakat lainnya.

“Terima kasih Kang Huda dan DPW PKB Jabar atas perhatian dan kepeduliannya kepada para seniman. Semoga ini bisa dicontoh oleh lainya,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here