Ilustrasi Virus Covid-19/Net

rmoljabar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Bekasi mendorong Pemerintah Kabupaten Bekasi menyediakan pos kesehatan dan informasi mengenai Covid-19 di masing-masing kecamatan wilayah Kabupaten Bekasi.

PMII Cabang Kabupaten Bekasi, juga meminta Pemkab untuk menyediakan hand sanitizer dan masker bagi yang sakit secara gratis untuk kalangan masyarakat.

Sekretaris Bidang Eksternal PMII Cabang Kabupaten Bekasi, Muhammad Ifky Arendas mengatakan, langkah tersebut mesti dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat dalam mencegah penyebaran wabah Covid-19 di wilayah Kabupaten Bekasi.

Dikatakannya, hingga per hari ini, di Kabupaten Bekasi terdapat 98 Orang Dalam Pemantauan (ODP), dalam pantauan 80 orang, 18 orang selesai pemantauan dan 50 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 46 orang dalam pengawasan, selesai pengawasan 4 orang, kasus terkonfirmasi 14 kasus positif, 10 dirawat, 1 sembuh, 4 meninggal, 3 positif, 1 suspek. Yang dilansir https://pikokabsi.bekasikab.go.id/, untuk itu pemerintah dan para pihak terkait untuk mendukung serta menjaga kewaspadaan terhadap wabah virus Covid-19.

“Bahkan jelas terlihat pada kacamata kita masih banyak yang kesulitan mencari masker dan hand sanitizer. Sebab atas ini kita meminta pemerintah lebih memperhatikan keperluan yang pertama untuk penanganan pertama,” tegas Ifky.

Padahal lanjut Ifky, serangan wabah Covid-19 ini bukan hanya menyerang tubuh manusia, juga berdampak pada psikis penderita, hingga roda perekonomian terganggu lantaran adanya langkah Sosial Distancing yang diterapkan pemerintah pusat hingga daerah.

“Tapi, aspek kemanusiaan tentunya harus diutamakan ketimbang aspek ekonomi. Situasi seperti ini memang dituntut untuk adanya kebersamaan. Aspek kemanusiaan dengan penyelamatan kesehatan masyarakat secara menyeluruh mesti menjadi prioritas, sebagai langkah preventif penyebaran virus Covid-19 agar tidak menjadi bencana kemanusiaan,” imbuh Ifky.

PMII tegas Ifky, dalam waktu dekat bersama temen-teman Gusdurian dan beberapa kampus kesehatan akan melakukan pembentukan pos kemanusiaan di Kabupaten Bekasi. Ia juga meminta pemerintah jangan tinggal diam, apalagi jika tidak ada langkah dari pemkab.

“Terlebih kami membentuk pos kesehatan akan mengikuti apa yang sudah diatur oleh pemerintah pusat dan daerah ,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here