Pol PP Endus Komunitas LGBT Di Majalaya Dan Paseh

RMOLJabar. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung mengendus keberadaan komunitas LGBT di Kecamatan Majalaya dan Paseh akhir pekan kemarin.


Sekretaris Satpol PP, Agus Maulana, saat ini masih mendalami adanya komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) berslogan Gak Gay Gak Gaul (4G) tersebut.

"Berdasarkan penyelidikan, titik kumpul (tikum) komunitas ini di GOR Koni Majalaya, dengan pola kegiatan setiap malam Selasa dan Jumat," ungkap Agus, Rabu (6/2).

Sesuai pendeteksian awal, lanjut dia, jumlah anggotanya di Majalaya tidak lebih dari 10 orang. Meski begitu Pol PP masih terus melakukan proses penyelidikan lebih dalam.

"Untuk wilayah Paseh, jumlah anggotanya 5 sampai 12 orang, dengan tikum di Bukit Bintang, karena disana sering digelar acara musik (bergenre) reggae," terang Agus.

Dari hasil penyelidikan di tikum LGBT Paseh, lanjut Agus, sebelumnya sempat terjadi kasus pemerkosaan yang sempat ditangani jajaran P2TP2A Kabupaten Bandung.

"Untuk penertiban komunitas (LGBT) Pemkab belum memiliki payung hukum. Tapi jika tertangkap berbuat asusila bisa dijerat Perda Nomor 11 Tahun 2003 tentang Pelarangan Kegiatan Prostitusi," katanya.

Ditambahkannya, sebagai langkah preventif, pihaknya sudah melakukan himbauan, pembinaan dan patroli secara mobile terutama di titik-titik kumpul yang rawan.

"Jika tetap bandel dan terbukti bersalah, kami akan melakukan razia yang dilanjutkan dengan sidang tipiring (tindak pidana ringan) agar (mereka) ada efek jera," tandas Agus. [yls]