Polres Garut Amankan Seorang Pria Yang Diduga Akan Edarkan Narkoba

Polres Garut Amankan Seorang Pria Yang Diduga Akan Edarkan Narkoba

Jajaran Satresnarkoba Polres Garut berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan Narkoba jenis sabu. Selain seorang tersangka, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti Narkoba jenis sabu dengan berat hampir mencapai 1 ons.


Kasatresnarkoba Polres Garut, AKP Maolana melalui Plh Kasubbag Humas Polres Garut, Ipda Muslih Hidayat, pelaku diamankan di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota pada Kamis (6/8) sekira pukul 03.30 WIB.

Penangkapan dilakukan Polres Garut berawal dari adanya laporan warga yang merasa curiga kalau pelaku telah terlibat dalam penyalahgunaan barang haram tersebut. Polisi pun langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kebenaran laporan warga.

"Setibanya di sekitar TKP, petugas langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, diketahui adanya indikasi penyalahgunaan narkoba sehingga petugas kemudian mengamankan pelaku berinisial AB alias ACK, berjenis kelamin pria," ujar Muslih, Kamis (13/8).

Di sekitar lokasi dan pada tubuh pelaku yang berusia 41 tahun tersebut, terang Muslih, petugas melakukan penggeledahan dan berhasil menemukan sejumlah barang bukti.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, yakni satu paket kecil diduga narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik klip bening di dalam saku atau kantong jaket sebelah kiri milik pelaku dengan berat 0,26 gram.

Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan satu paket besar diduga Narkoba jenis sabu yang dimasukkan ke dalam plastik dan disimpan dengan cara diikat menggunakan masker pada betis kiri pelaku.

Adapun berat Narkoba yang ditemukan dari betis pelaku mencapai 94,33 gram sehingga total barang bukti berupa sabu yang berhasil diamankan petugas mencapai 94,59 gram atau hampir mencapai satu ons.

Berdasarkan keterangan pelaku, beber Muslih, Narkoba jenis sabu itu ia dapatkan dengan cara membeli dari orang berinisial KMG yang saat ini sudah ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang). Transaksi jual beli sabu dilakukan di kawasan Bandung dengan sistem tempel.

"Berdasarkan pengakuan terduga pelaku, barang haram jenis sabu itu rencananya akan diedarkan dengan cara dijual di willayah Garut. Beruntung sebelum sempat diedarkan, barangnya sudah berhasil kita amankan berikut terduga pelaku yang merupakan warga Kampung Buniayu, Kecamatan Karangpawitan," katanya.

Atas perbuatamnya, pelaku dijerat pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) UU RI no. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Adapun ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara.