Polres Garut Terus Selidiki Aktivitas Paguyuban Tunggal Rahayu

Penyelidikan terkait aktivitas Paguyuban Tunggal Rahayu terus dilakukan jajaran Polres Garut. Saat ini, sebanyak empat mantan anggota paguyuban telah diperiksa sebagai saksi.


Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan, dari hasil pemeriksaan ditemukan fakta adanya transaksi uang rupiah buatan paguyuban. Uang tersebut digunakan untuk saling bertransaksi di antara anggota.

"Belum banyak yang bisa kami sampaikan dari hasil penyelidikan. Masih berjalan karena memang ada pengaduan," ujar Maradona, Rabu (9/9).

Maradona mengatakan, penggunaan uang tersebut disebut memang terjadi. Pihaknya masih terus mendalami aktivitas paguyuban karena baru melakukan pemeriksaan selama dua hari.

"Sementara dari keterangan saksi hanya soal mata uang saja yang mereka ketahui," katanya.

Terkait perubahan lambang negara, Maradona menyebut para saksi yang diperiksa tidak mengetahuinya. Pihaknya juga harus mendapat keterangan dari ahli terkait perubahan lambang negara.

Diketahui, Paguyuban Tunggal Rahayu membuat geger usai mengubah lambang negara burung Garuda sebagai logo. Selain itu, paguyuban tersebut juga memiliki mata uang sendiri.

Perwakilan paguyuban sempat datang ke Kantor Kesbangpol Garut untuk mengurus perizinan. Namun pihak Kesbangpol menemukan kerancuan terkait logo paguyuban.