RMOLJabar. Masih tingginya potensi angin kencang di musim pancaroba (peralihan musim kemarau ke musim hujan), direspon Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bandung Utara dengan menutup sejumlah objek wisata di Kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Ditutupnya objek wisata alam ini, sebagai upaya antisipasi risiko timbulnya korban. Mengingat, di kawasan Lembang khususnya di kawasan hutan pinus telah ditetapkan sebagai kawasan rawan terjadi pohon tumbang.

Administratur Perhutani KPH Bandung Utara, Komarudin mengatakan, pihaknya telah menutup sementara objek wisata Pal 16, Terminal Wisata Grafika Cikole, dan Orchid Forest.

“Kita berlakukan sistemnya buka-tutup. Kalau saat angin kencang, kami tutup tapi kalau sudah normal dibuka lagi. Kebetulan dua hari ini anginnya cukup kencang jadi kami tutup,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (23/10).

Ditutupnya tiga objek wisata, lanjut Komarudin, sebagai upaya antisipatif untuk menghindari jatuhnya korban akibat pohon tumbang yang bisa terjadi kapan saja.

“Pohon tumbang tentunya bisa membahayakan keselamatan bagi pengunjung,” ujarnya.

Penutupan objek wisata berlaku sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Pasalnya, pihak Perhutani harus memperhatikan kondisi cuaca di samping terus melakukan koordinasi dengan BMKG.

“Karena ini kan menyangkut keselamatan jiwa. Apalagi di sana banyak pedagang dan pengunjung, makanya akan kami buka ketika kondisi cuaca sudah normal lagi,” tegasnya.[son]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here