Joko Widodo/Net

rmoljabar Anggaran untuk penanganan pandemik virus corona baru (Covid-19) yang sebesar Rp 659,2 triliun diprediksi Presiden Joko Widodo akan kembali membengkak.

Karena itu, mantan walikota Solo ini meminta aparat hukum seperti Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kejaksaan untuk bekerjsama mengawasi dana yang cukup besar tersebut.

“Saya juga perintahkan kepada jajaran Polri, Kejaksaan, KPK, dan lembaga pengawas internal pemerintahan untuk terus memperkuat sinergi memperkuat kerjasama,” ujarnya dalam acara Perayaan HUT Bhayangkara, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (1/7).

“Tolong pelaksanaan program penanganan Covid-19 ini dibantu percepatannya dan diawasi penggunaan anggaranya. Alokasi dananya cukup besar yaitu Rp 695,2 triliun, dan bahkan bisa lebih besar lagi jika diperlukan,” sambungnya, dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL.

Lebih lanjut, Jokowi memerintahkan agar pengawasan penggunaan anggaran corona mengedepankan pola pencegahan. Namun apabila Polri, KPK ataupun kejaksaan telah mengendus potensi tindak pidana korupsi, maka jangan ragu untuk ditindak secara tegas.

“Kalau ada potensi masalah segera ingatkan. Tapi kalau sudah ada niat buruk untuk korupsi, ada mens rea, ya harus ditindak. Silakan digigit saja, apalagi dalam situasi krisis sekarang ini tidak boleh ada satupun yang main-main,” demikian Joko Widodo.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here