Perwakilan Warga Desa Situsari, Budiman dan Tedi/RMOLJabar

rmoljabar Sejumlah warga dari berbagai kalangan di Desa Situsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut memprotes pelaksanaan proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di daerahnya.

Sesuai aturan, proyek tersebut seharusnya dikerjakan melalui program padat karya yang dilakukan warga setempat. Akan tetapi, dalam pelaksanaan di lapangan dikerjakan pihak ketiga atau pemborong.

Salah seorang warga Desa Situsari, Budiman menyebutkan, penggunaan dana desa di desanya tidak sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kementerian Desa nomor 8 tahun 2020.

Sesuai ketentuan SE tersebut, pembangunan TPT dengan anggaran sebesar Rp 350 juta lebih dikerjakan melalui sistem padat karya dengan mengutamakan anggota keluarga miskin, penganggur dan setengah penganggur, serta anggota masyarakat marjinal.

Namun tutur Budiman, proyek dengan anggaran bersumber dari dana desa (DD) tersebut pada pelaksanaannya dikerjakan pihak ketiga yang hanya melibatkan warga setempat tidak sesuai ketentuan dari Kemendes.

Akibatnya, warga mempertanyakan kepada kepala desa dan karena mendapat jawaban tak memuaskan, kemudian mengajukan audiensi dengan pihak kecamatan.

“Saat kami mempertanyakan ke kepala desa, kami tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan,” ujar Budiman, ditemui di salah satu kantor di Jalan Guntur Melati Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (30/6).

“Akhirnya kami memutuskan untuk mengirim surat permintaan audiensi ke kecamatan yang hingga saat ini juga belum mendapat tanggapan,” imbuhnya.

Kesal dengan sikap pihak desa dan kecamatan yang seolah tak mau menanggapi protes warga, mereka memutuskan untuk mengadukannya ke Pendamping Dana Desa Tingkat Kabupaten Garut.

Di hadapan pendamping dana desa, warga menyampaikan protesnya atas kebijakan kepala desa yang dianggap tidak memberdayakan warga desanya.

Melalui sistem padat karya tunai dan malah menyerahkan pekerjaan ke pihak ketiga yang sebagian besar menggunakan pekerja dari karyawan perusahaannya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here