Ketua Askab Bekasi, Hamun Sutisna/RMOLJabar

rmoljabar Pengurus Askab PSSI Bekasi saat menyampaikan protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru (AKB) olahraga sepak bola, pada pelatih SSB dan Club di Sekretariat Askab PSSI, Komplek Wibawa Mukti, Kecamatan Cikarang Timur, Selasa (30/6).

Pemerintah Jawa Barat mengakhiri Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 26 Juni 2020 lalu. Sejalan dengan itu, sejumlah SSB dan Klub di Kabupaten Bekasi mulai kembali menjalankan persiapan pembinaan pesepakbola usia dini.

Selama PSBB berlangsung, seluruh fasilitas olahraga tak boleh digunakan termasuk lokasi lapangan SSB dan tempat uji kemampuan sentral, yakni Stadion Wibawa Mukti, Kecamatan Cikarng Timur.

Menggeliatnya sepak Bola Di Kabupaten Bekasi, Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Bekasi melakukan pemanggilan pada 33 tiga SSB dan Klub yang ada di Kabupaten Bekasi, untuk diberikan pengarahan protokoler kesehatan.

“Betul memang, untuk Kabupaten Bekasi, geliat sepak bola memang luar biasa. Tetapi, yang saya tangkap dari asprov PSSI Jawa Barat, per saat ini. Kebanyakan protokoler kesehatan baru diterapkan untuk tingkat club professional. Mungkin belum secara spesifikasi hingga penerapan ke tingkat SSB di Askab (Asosiasi Kabupaten) PSSI atau Askot (Sosiasi Kota) PSSI Bekasi,” ujar Manajer Pelatih Askab Bekasi, Firmansyah usai bertemu pelatih dan SSB di Kantor Askab PSSI Bekasi, Komplek Wibawa Mukti, Kecamatan Cikarang Timur.

Sejauh ini, standarisasinya yang harus dipegang, Firmansyah menjelaskan, untuk SSB yang sudah melaksanakan kegiatan olahraga mesti menjaga kebersihan, juga personil di lapangan saat proses pembinaan yang mesti diperhatikan.

“Jangan sampai ada kerumunan yang melebihi batas yang ditentukan, sekitar 20-30 orang. Bagaimanapun, saya juga menyampaikan untuk ke tingkat SSB di Kabupaten Bekasi mesti dirumuskan lagi, terkait ini (Protokoler kesehatan.red),” lanjutnya.

Firmansyah berharap, agar ada langkah yang konkrit dari Askab atau Askot PSSI Bekasi terkait, karena banyak SSB yang masih bingung penerapan protokoler kesehatan. Yang terpenting, kata dia, untuk protokol kesehatan seperti pemakaian Sanitizer dan dilakukan penyemprotan desinfektan pada pemain dan kru.

“Ini yang harus dipahami juga, mungkin mesti ditempatkan dengan jarak yang jauh dari anak- anak. Orang tua, mesti ikut memantau juga. Jadi untuk saat ini. Artinya, perlu ada rumusan untuk penerapan new normal bagi SSB, namun saya tegaskan agar pihak askab segera memutuskan dan bagaimana menyampaikan pada SSB yang ada di Kabupaten Bekasi,” bebernya.

Bila merujuk pada Nasional atau protokoler kesehatan untuk tim Profesional, penerapannya memiliki level.

“Dalam segi bertanding sendiri, bila melihat nasional dengan sbb sangat berbeda. Profesional, ada rapid tes tau tes sweb sebanyak tiga kali dalam sebulan. Selama, menajalni latihan rutin. Lalu, banyak metode latihan yang tidak banyak di rubah namun ada pembatasan jarak. Bila sudah berjalan baik, dan ini menjadi tantangan menuju new normal dalam sepak bola,” tukasnya.

Dilokasi yang sama, Ketua Askab PSSI Bekasi, Hamun Sutisna menyatakan, penerapan protokoler kesehatan memang perlu disampaikan secara langsung pada tiap pelatih di masing- masing club.

Untuk pemberitahuan langsung, kata dia, berdasarkan surat nomor 306/jbr/ud/138/VI/2020 tentang sosialisasi kegiatan club, SSB, akademi dan PS (Persatuan Sepak Bola). Didalamnya, kata didalamnya, berisikan mengenai pedoman protokoler kesiatan, adaptasi kebiasaan baru olahraga sepak bola pada masa Pandemi Covid-19.

“Asprov juga sudah menyelenggarakan, webinar (Web Seminar) mengenai Protokoler kesehatan. Askab juga, menindaklanjutinya dengan melaksanakan sosialisasi pada tiap pelatih ssb di Kabupaten Bekasi. Protokoler sendiri, terus kita matangkan dan terus kita pantau dalam aplikasinya ke tiap SSB dan Klub. Kita akan ingatkan betul, agar kedepannya, dari sepak bola kesadaran akan kesehatan bisa disampaikan ke masyarakat,” bebernya.

Secara langsung, kata dia, semua pelatih dan penggiat SSB dan Klub diberikan pemahaman.

“Untuk saat ini, baru sampai pada tahapan menjalankan latihan. Kalau untuk pertandingan memang belum ada pemberitahuan, dan belum ada protokoler untuk jalannya satu pertandingan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, dalam proses pembinaan yang dijalankan juga, pihaknya sudah memfokuskan pada persiapan tim Bola Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa barat 2022. Karena di ketahui, untuk tahun 2021 askab akan menghadapi Babak Kualifikasi (BK) Porda.

“Kita juga sedang mempersiapkan tim porda itu yang saat ini kita kejar. Selebihnya. Untuk pembinaan usia dini di masing- masing ssb dan klub, akan terus kita pantau dalam proses penerapan protokoler kesehatan menuju new normal,” tukasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here