Ilustrasi PT KAPM/Net

rmoljabar PT KAPM (Kereta Api Property Manajemen), yang merupakan anak perusahaan PT KAI (Kereta Api Indonesia) menyanyangkan adanya pelaporan kepada pihak kepolisian oleh keluarga Darsita.

 

Padahal, Humas PT KAPM, Hasbi menyebut bahwa pihaknya hingga saat ini sudah membantu Darsita sesuai dengan kewajibannya.

Menurut Hasbi, seharusnya pihak keluarga Darsita terlebih terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak perusahaan alat berat sebagai pemberi kerja.

“Walau Pak Darsita bukan pekerja langsung KAPM, kami juga konsen dengan kesehatan beliau dan selalu memantau dari Perusahaan Pak Darsita melalui ownernya, Pak Eka,” ujarnya saat dihubungi melalui aplikasi pesan WhatsApp, Kamis (16/1).

Hasbi mengaku, pihaknya sudah menginstruksikan kepada Eka untuk menanyakan perawatan lanjutannya agar pihaknya membuat langkah-langkah guna penyembuhan pekerja subkontraktor tersebut.

“Jadi kami sharing biaya untuk penyembuhan Pak Darsita, antara lain perusahaan pemberi kerja Pak Darsita, PT dumptruck yang menabrak, dan KAPM,” ucapnya.

“Hal ini sudah kami rempugkan bersama, namun terinfo keluarga malah menempuh hal lain (melapor ke Polisi). Ini yang kami sesalkan, ketika kami sudah concern dalam upaya pengobatan Pak Darsita, rupanya ada langkah lain yang tidak dirembugkan terlebih dahulu,” tutupnya.

Sebelumnya, salah seorang kekuarga dari pekerja proyek reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Garut melaporkan PT KAPM (Kereta Api Property Manajemen), yang merupakan anak perusahaan PT KAI (Kereta Api Indonesia) kepada pihak polisi.

Pelaporan tersebut dikarekanan pekerja atas nama Darsita diketahui mengelami kecelakaan hingga menyebabkan kakinya harus diamputasi dan menilai ada kelalaian di dalamnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here