Ilustrasi Bansos/Net

rmoljabar Hasil kerja keras petugas Puskesos di lapangan dalam mendata warga pra sejahtera belum berbanding lurus dengan data yang dikeluarkan pemerintah di tingkat kabupaten, provinsi maupun Pusat.

Demikian dikatakan Ketua Puskesos Asem, Kabupaten Cirebon, Deni Indra saat membeberkan carut marut data Bansos yang terjadi di wilayahnya, Rabu (24/6)

Deni menuding kekacauan data penerima Bansos selalu terulang karena para penerima Bansos yang dipakai Dinas Sosial Kabupaten Cirebon tidak menggunakan data Puskesos.

“Data yang dikeluarkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Cirebon dan Kemensos berbeda dengan data yang diajukan Puskesos, ada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sudah meninggalkan 10 tahun masih keluar datanya sebagai penerima baik itu bantuan sosial dari Pemkab maupun Kemensos BST maupun BSPS,“ ujarnya.

Deni menjelaskan, jika desanya merupakan satu dari tiga desa yang ada di Kabupaten Cirebon yang tidak mendapatkan Bansos Provinsi (Bantuan Covid-19 dari Gubernur). Padahal pada awalnya mendapatkan data 175 KK, namun mendadak hilang.

“Pada awalnya ada data warga kami yang akan mendapatkan Bansos Covid-19 dari Gubernur, tapi mendadak hilang dan tidak ada satupun warga kami yang dapat bantuan dari Pemprov,“ ungkapnya

Deni menyebutkan, selain desanya (Asem) dan Tuk Karangsuwung, ada satu desa lagi yaitu Desa Pesawahan, Kecamatan Susukanlebak yang sama-sama tidak mendapatkan Bansos Covid-19 dari Gubernur.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here