Penyerahan bantuan alat live streaming untuk pesantren/RMOLJabar

rmoljabar Kepedulian terhadap aktivitas pesantren ditunjukkan Bupati Cirebon, Imron Rosadi. Alasannya tidak ingin tradisi Ngaji Pasaran di pesantren hilang akibat pandemi Corona.

Maka dari itu, Imron cari ide agar pesantren-pesantren bisa menyelenggarakan Ngaji Pasaran secara online.

Pada kesempatan ini, Bupati Cirebon secara simbolis menyerahkan bantuan perangkat alat untuk live streaming pengajian pasaran online di pesantren-pesantren. Bantuan diterima oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozi.

Imron mengatakan, Ngaji Pasaran merupakan tradisi pesantren yang sudah berlangsung puluhan, bahkan ratusan tahun lalu, terutama di pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama (NU). Dalam sebulan penuh, para santri, termasuk alumni banyak yang ikut ngaji pasaran.

“Dulu saya nyantri ya biasa Ngaji Pasaran seperti itu. Terutama dipilih kitab mana yang ngajinya bolong-bolong. Karena semua pasaran biasanya full sebulan khatam satu kitab,” kata Imron seusai penyerahan bantuan di Kantor Bupati Cirebon, Rabu (29/4).

Tahun ini, lanjut Imron, Ramadan bersamaan dengan musim pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19), sehingga santri sesuai dengan imbauan PBNU sudah dipulangkan sejak sebelum Ramadan. Pihaknya pun langsung berdiskusi dengan PCNU Kabupaten Cirebon dan beberapa kiai merumuskan bagaimana caranya agar pengajian kitab kuning di bulan Ramadan tetap diadakan.

“Akhirnya munculah gagasan pengajian pasaran live streaming atau via online. Banyak pesantren besar yang sudah menyelenggarakan, tetapi tak sedikit yang belum alias masih offline,” ujarnya.

Kendati begitu, pihaknya belum bisa mengambil anggaran dari APBD Kabupaten Cirebon, selain karena programnya mendadak dan sudah tahun berjalan, juga karena ada instruksi dari pusat agar dilakukan realokasi atau refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Tak ingin ide tersebut menguap begitu saja, pihaknya terus mencari dari sumber lain.

Pihaknya pun langsung mengajukan program tersebut ke Bank Jabar Banten (BJB). Tak memerlukan banyak waktu, sehari setelah pengajuan, pihak BJB langsung memberikan informasi kesiapannya untuk membantu pengadaan alat untuk live streaming.

“Alhamdulillah direspon BJB. Meskipun hanya perangkat android dan kuota, kami sampaikan terima kasih. Dan, memang ada keterlambatan, tadinya mau launching di hari pertama Ramadan, tapi terkendala teknis sehingga baru bisa dilakukan serah terima simbolis,” papar Imron.

Sementara itu, perwakilan BJB, Cipta mengatakan, program fasilitasi perangkat alat untuk pengajian online sangat positif. Karena itu, pimpinannya langsung merespon usulan tersebut.

“Setelah ada permohonan dari Pak Bupati pada hari Kamis sebelum Ramadan, Jumat sudah ada keputusan. Alhamdulillah ini berkat doa para kiai juga sehingga bisa cepat direspons,” ujar dia.

Cipta berharap, bantuan 60 perangkat android dan kuota tersebut bermanfaat bagi aktivitas pesantren, terutama ngaji pasaran. Pihaknya juga memohon doa dari para kiai agar BJB tetap terus berkembang di tengah pandemi Corona.

Penyerahan bantuan dihadiri sejumlah tokoh utama Cirebon. Hadir pula Kabag Kesra Setda Kabupaten Cirebon H Abdul Latif, perwakilan BJB, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani Amin, Ketua Tanfidziyah PCNU KH Aziz Hakim Syaerozi, jajaran pengurus PCNU, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Kabupaten Cirebon KH Badrudin Hambali, Ketua Lembaga Taklif Wannasr (LTN) Ahmad Rofahan, dan Bendahara Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) H Sony.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here