Jabarano Cafe/HumasJabar

rmoljabar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meresmikan Jabarano Cafe di Australia, pada Senin (24/2) petang waktu setempat. Kafe ini terletak di 555 Flinders Lane, Kota Melbourne, negara bagian Victoria dan merupakan yang pertama menjual kopi asal Jawa Barat.

Kopi Jabarano merupakan jenis arabika, namun dengan keunikan tersendiri. Kopi arabika di Jabarano Cafe memiliki tingkat keasaman rendah dan agak manis, sehingga dapat dinikmati banyak orang. Selain arabika, di Jabarano Cafe juga ada kopi-kopi spesial lain kelas premium.

Ridwan Kamil bertekad terus mempromosikan kopi Jawa Barat di Negeri Kanguru. Setelah di Melbourne, Gubernur menargetkan ada tiga Jabarano Cafe. ”Melbourne ini merupakan yang pertama, kemudian nanti di Sydney, Adelaide dan juga Perth,” ucap Emil, sapaan akranya, Selasa (25/2).

Tidak hanya di Australia, Emil juga menargetkan ada Jabarano Cafe lain minimal di 20 kota besar dunia. Dari pengalamannya keliling dunia, belum ada kafe yang menjual kopi khas Indonesia. ”Jadi mendobrak kevakuman kafe itu dengan menghadirkan Jabarano ini,” ujarnya.

Dirinya meyakini, dengan kualitas tinggi dan kekayaan varian yang dimiliki, kopi Jawa Barat dapat diterima dunia. “Ya jadi ada visi yang sederhana, kami ingin kopi Jawa Barat menjadi juara dalam pasar kopi dunia karena kita punya komoditas kopi yang beragam,” kata dia.

Untuk itu, Emil bertekad memperbesar produksi kopi yang banyak bertebaran di kabupaten dan kota di Jawa Barat. “Komoditasnya kita punya dan bagus, tinggal bagaimana produksi serta promosinya,” ungkapnya.

Menurutnya, salah satu promosinya adalah dengan menghadirkan budaya serta produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Jawa Barat di Jabarano Cafe. Selain dapat menikmati citarasa kopi Jawa Barat, pengunjung kafe juga dapat menikmati sajian budaya.

“Jadi Jabarano ini sederhana saja, singakatan dari Jabar dan Ano. Ya kira-kira seperti Americano,” tuturnya.

Dari segi produksi, Jabarano Cafe akan dijadikan sebuah tempat untuk mengurasi kopi lokal yang hendak masuk pasar luar negeri. Sehingga, kopi-kopi yang akan diekspor, dan masuk pasar dunia, harus memiliki sertifikat.

”Dengan demikian kopi Jawa Barat akan mendunia dan kesejahteraan petani-petani kopi akan meningkat dan ekspor kita pun akan meningkat,” jelasnya.

Dirinya berobsesi Jabarano Caffe memiliki jaringan internasional yang kuat seperti merek – merek dunia lainnya. ”Bisa dikatakan semacam Starbuck, nantinya di setiap kota ada perwakilan kopi jabar atau Jabarano ini,” ucapnya.

Pada acara launching atau showcasing Jabarano Cafe, Gubernur juga ditemani Ketua Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal, Dirut Bank bjb Yuddy Renaldi, serta duta anti kekerasan terhadap wanita dan anak-anak Cinta Laura.

Turut hadir Ketua Dekranasda Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil, Wakil Ketua DPRD Jabar Achmad Ru’yat, Kepala Disdik Jabar Dewi Sartika, Kepala Disperindag Jabar Muhammad Arifin Soedjayana, serta Kepala Disbun Jabar Hendy Djatnika.

Sementara itu, Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi mengungkapkan, bjb salah satu segmentasinya adalah untuk mendukung produk-produk pertanian seperti gula, teh dan kopi. “Saat ini kami tengah menggalakan pembiayaan ke sektor pertanian. Nah untuk komoditas kopi ini, memiliki potensi yang bagus,” tandas Yuddy.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here