Ridwan Kamil/RMOLJabar

rmoljabar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memastikan, hasil tes yang dilakukan Labkesda Jabar sama dengan yang dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Labkesnya Jabar sudah diakui, sudah masuk oleh pusat data rujukan. Jadi sekarang semua hasil testing dari Labkes Jabar sama halnya dengan yang di pusat dan menjadi data rujukan,” ucap Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (20/3).

Dengan begitu, kata Emil, Labkesda Jabar dapat dijadikan sebagai rujukan bagi siapa pun yang hendak menjalani tes terkait dengan corona.

Diakuinya, tes kit yang dimiliki oleh Labkesda Jabar berasal dari Korea Selatan (Korsel). Menurutnya, secara teknologi alatnya lebih baik dan canggih.

“Kita beli produk Korsel lebih cepat dan canggih barangnya, yang digunakan dari labkes digunakan dari Korea,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Emil mengungkapkan, tes akan dilakukan ke masyarakat umum bila sudah ada bantuan dari pemerintah pusat mengenai pengadaan tes kit. Rencananya, akan ada 10.000 tes kit yang disediakan untuk Jabar.

Meski belum mengetahui secara pasti waktu tes kit di Jabar bakal tiba, Emil mengaku telah menghubungi Menteri BUMN, Erick Thohir agar Jabar didahulukan untuk tes kit. Sebab menurutnya, Jabar menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia mencapai 50 juta.

“Pak Erik Tohir sudah ditelefon untuk mendahulukan di Jabar dengan penduduk 50 juta,” imbuhnya.

Nantinya, lanjut Emil, tes kit akan disebar ke wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek). Sebab, sebaran corona di sana jauh lebih banyak dibandingkan wilayah lain.

“Kita akan dahulukan ke zona Bodebek. Bekasi langsung lompat sembilan. Waspadanya lebih tinggi, lebih keras, lebih disiplin karena epoicentrumnya di Jakarta, Jakarta tiap hari lompatannya puluhan,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here