Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil/RMOLJabar

rmoljabar Pemprov Jabar menetapkan delapan wilayah di Jawa Barat sebagai zona merah virus corona baru (covid-19). Penetapan dilakukan berdasarkan banyaknya sebaran data pasien positif corona di wilayah tersebut.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan, wilayah berzona merah tersebut adalah Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.

“Zona merah ini adalah wilayah-wilayah yang sudah ada warganya secara medis dinyatakan positif,” ucap Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (21/3).

Kendati demikian, Emil mengatakan, dirinya tidak mau menggunakan istilah zona merah. Sebab menurutnya, hal tersebut akan membuat kepanikan untuk masyarakatnya.

“Definisi ini masih akan kita terjemahkan mungkin istilahnya bukan zona merah tapi zona yang terpapar secara positif karena wilayahnya sangat luas, sehingga tidak memperpanik keluarga juga. Jadi zona yang wilayahnya terpapar warganya secara domisili positif corona,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Emil pun mengaku akan lebih memperhatikan wilayah-wilayah yang warganya lebih banyak terjangkit positif corona.

“Sehingga bantuan logistik, kewaspadaan, komunikasi, pengetesan proaktif akan banyak dilakukan di zona-zona yang terpapar positifnya banyak,” tandasnya.

45 KOMENTAR

  1. Untuk yang positif kota Bandung saya liat ttp ada 1, kl yg kmrn diberitakan yg meninggal di rshs org Cibiru itu ga termasuk yg kategori positif satu itu ya, kl masuk kategori itu hrsnya yg positif udh ga ada… Htrnhn

  2. Seharusnya ada reality show dari media visual elektronik atau siaran langsung televisi dengan para ahli bidang virus biokologi molekuler atau sejenisnya dengan peralatan yang canggih atau yg mampu deteksi dan menampilkan gambar di fasilitas umum ada terlihat nempel virus korona COVID19 dan kru memakai pakaian standar WHO, sehingga masyarakat betul betul percaya dan mau tinggal di rumah karena melihat langsung keberadaan virus di fasilitas umum atau tempat tempat tertentu lainnya, dgn begitu masyarakat mau disiplin karena melihat dgn mata kepala sendiri melalui televisi, kadang omongan para ahli masih banyak yg tidak perduli,,ibadah tetap terus kita laksanakan

  3. Lalu kebijakannya bagaimana thd wiyah2 zona merah tsb? Kalo sama sj dengan wilayah lain, apa bedanya dr sisi kedaruratan? Hanya pengumuman saja? Kita ingin kebijakan realistis dan implementatif di lapangan, sebelum berjatuhan lebih banyak korban

    • Seharusnya zona merah maupun tidak, harusnya tindakan pencegahan sama. Karena itu td qt ga tahu org terinfeksi atau tidak. Bisa sj org tanpa gejala pergi dr kota A ke kota B yg zona merah.hayooo

  4. Sebaiknya tiap2 kabupaten yg terpapar diperjelas lagi sampai tingkat kecamatan, kelurahan dan desa, spy masyarakat tahu dan bisa menghindarinya, sedangkan penduduk tempat bisa berjaga jaga diri utk mengantisipasinya. Tks.

  5. Sebenarnya covid 19 itu menyebar melalui apa? Banyak info dimedia bisa via fasilitas umum,semprotan org sakit,kontak dgn yg sakit dan ada info yg mengatakan via udara juga .bisa bertahan diudara.tolong berikan info yg valid..media penyebaran dan ketahanan virus itu brp lama..khusus bila benar via udara bisa lalu penanggulangannya gimana?

  6. Pak Gubernur dan Jajaran Pemda Jabar, mohon tingkatkan pengawasan dan sosialisasi
    yg lebih intensif terkait waspada Convid 19. Libatkan unsur pengurus warga paling bawah mulai dari Kecamatan, Kelurahan, Desa, RW/RT, Pengurus tempat ibadah, agar warga tidak keluar rumah, menghindari kerumunan, menjaga kebersihan lingkungan ataupun menunda acara yg melibatkan banyak orang.
    Selain itu mohon awasi juga supply kebutuhan pokok masyarakat, selama KLB Convid 19 ini tetap aman.
    Terima Kasih.

  7. Mohon pk gubernur.wilayah pendemik covid 19 tidak hny di pantau.tapi gerak cepat penanganannya.
    Bantuan logistik dan kesehatan hrs siaga 1.
    Buatlah kenyamanan kelg dan warga yg ada di daerah pendemik.
    Ajak warga jw barat selalu memdekat sama sang pencipta..
    Sekarang peran medis sudah turun.
    Peran ulama jawa barat mana.
    Ikhtiar sudah…siraman rohani wajib tuk mengingat bawasanya sang penciptalah yg wajib kita dekati.

  8. Libatkan rt/rw untuk di semprot disinfektan donk jgn diam saja dan masih ada saja yg mengadakan acara2 yg melibatkan kumpul2 orang banyak, tolong di swiping di setiap wilayah terutama zona merah

  9. Masalah yg di hadapi sekarang bkn hanya virus covid 19,dengan hanya menghimbau masyarakat untuk diam dirumah 14 hari dan seterus nya ..
    Mau membuat himbauan atau ketentuan harus dengan menghitung angka/segi kemampuan masyarakat kecil yg emang harus bekerja untuk menghidupkan keluarganya!!

    Akan sangat mudah untuk masyarakat kalangan menengah ke atas atas himbauan Tsb..
    Masyarakat kecil akan tetap memaksakan keluar karena mereka butuh biaya sehari”; nya..terimakasih

  10. Novel corona virus ini kan musuh yg tdk kelihatan. Ya ikuti saja saran pemerintah untuk memutus penyebaran. Salah satunya social distancing, stay at home. Artinya pemerintah yg tahu daerah penyebaran segera bertindak paling tdk melakukan penyemprotan disinfektan di zona merah itu. Dan isolasi hrs segera di lakukan bila hasil rapid tes sudah ketahuan. Eehh…. Maaf saya serahkan ke ahlinya saja. Perlawanan saya cukup stay at home.

  11. Tdk ada daerah yg aman selama ada pergerakan keluar masuk warga. Selama ada kontak dgn daerah lain maka potensi untuk terjangkiti tetap ada. Ikuti saja tindakan preventif yg dianjurkan agar potensi terjangkit menjadi minimal.

  12. Pagiii… maaf mau tanya kami sekeluarga baru plg umroh tgl 24 februari dan tgl 27 feb mekah & madinah ditutup tdk menerima jemaah Umroh lagi…
    Apa kami perlu diperiksa/ikutan rapid tes massal?? Mengingat 3 org dr kami sempet batuk2 meskipun skrg sdh sembuh. Takutnya jd carrier dan membahayakan org lain.
    Terimakasih

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here