Sampah menggunung di samping Rumah Makan Padang Desa Cipeujeuhwetan/RMOLJabar

rmoljabar Gunungan sampah yang berlokasi di samping Rumah Makan Padang Desa Cipeujeuhwetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, dikeluhkan banyak pihak.

Salah satu pemilik Rumah Makan Padang, Firdaus mengatakan, sampah yang menggunung disamping tempat usahanya (Rumah Makan Padang) sangat mengganggu penciuman. Pasalnya, gunungan sampah tersebut lama tidak diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon.

“Tumpukan sampah di sini menimbulkan aroma yang tidak sedap, jika terus dibiarkan maka dihawatirkan menimbulkan berbagai macam penyakit,” kata pemilik Rumah Makan Padang setempat, Senin (29/6).

Hal senada juga disampaikan salah seorang pedagang Buah-buahan di ruko setempat, Jejen (43) mengatakan, tumpukan sampah tersebut dibiarkan selama satu tahun lebih.

“Sudah setahun lebih sampah yang menggunung ini dibiarkan oleh DLH Kabupaten Cirebon, kami hanya mampu berkeluh kesah dengan Kadus (Perangkat Desa)” ujar pedagang buah setempat.

Terpisah Kasi Trantrib Kecamatan Lemahabang, Akhmad Saputra, saat dikonfirmasi Kantor Berita RMOLJabar, mengatakan jika pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena masalah sampah merupakan kewenangan DLH Kabupaten Cirebon.

“Kami hanya sekedar memfasilitasi dengan melayangkan surat kepada DLH (Dinas lingkungan Hidup), namun sudah seminggu lebih tidak ada jawaban apapun dari Instansi terkait,” beber Kasi Trantib Kecamatan setempat.

Sementara itu, Kasi Ekbang Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, Bahrun mengungkapkan, persoalan sampah yang ada di wilayahnya tidak mendapatkan perhatian serius dari DLH Kabupaten Cirebon.

“Seharusnya DLH Kabupaten Cirebon segera tanggap dengan persoalan sampah yang berlokasi di Cipeujehwetan, karena seperti yang terlihat, sampahnya sudah sangat menggunung, “ demikian Bahrun.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here