Sebaran Covid-19 Kian Mengkhawatirkan, Pemkab Bekasi Batasi Aktivitas Warga Dan Pertokoan

Sebaran Covid-19 Kian Mengkhawatirkan, Pemkab Bekasi Batasi Aktivitas Warga Dan Pertokoan
Ilustrasi/Net

Pembatasan aktivitas warga diberlakukan Pemkab Bekasi di 23 kecamatan seiring sebaran Covid-19 yang kian mengkhawatirkan. Selain itu, pembatasan juga berlaku untuk pertokoan dari tingkat kecamatan hingga desa.


”Kita batasi aktivitas warga dan operasional pertokoan,” kata Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, Rabu (16/9).

Namun, pembatasan aktivitas dan operasional pertokoan sebagaimana Kabupaten Bekasi memilih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) sesuai arahan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kedapa wilayah Bodebek.

Pihaknya juga menegaskan untuk operasional pertokoan dibatasi hingga pukul 18.00 WIB. Sementara aktivitas malam hari hanya sampai pukul 21.00 WIB. Sehingga, aktivitas warga hanya diperbolehkan hingga pukul 21.00 WIB.

”Kalau tidak ada kepentingan, mendingan warga tetap berada dirumah,” tegasnya.

Terkait memerahnya 40 desa, Eka menjelaskan, adanya pembatasan secara total pada zona merah di tingkat desa. Dimana, aktivitas warga di satu desa yang menjadi zona merah baik itu toko- toko akan lebih dipertegas dalam penindakannya. Artinya, semua hal dari mulai kegiatan dan aktivitas masyarakat dibatasi.

Dalam pembatasan tersebut, warga tidak diperbolehkan nongkrong dan membuat kerumunan. Bahkan, pemerintah  setempat bersama kepolisian sepakat akan menindak apabila ditemukan adanya pertokoan yang tidak mengindahkan pembatasan operasional tersebut.

”Jika ditemukan warga yang bermasker dan berkerumun bisa langsung dibubakarkan dan diamankan,” ungkapnya.

Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi mengonfirmasi sebanyak 40 desa di wilayah setempat masuk zona merah penyebaran wabah corona atau Covid-19. Data tersebut sesuai laporan yang masuk hingga Selasa, 15 September 2020.

Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan, puluhan desa yang masuk zona merah tersebut berada di 14 Kecamatan. Namun, tim gugus sudah langsung terjun ke lokasi zona merah tersebut untuk melakukan penangan dan tracing di wilayah tersebut.

”Ada sekitar 98 terkomfirmasi dari 40 desa itu,” katanya.

Sementara dari 23 kecamatan tersebut yang memiliki kontak erat dengan orang konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 399 orang, dan yang suspek Covid-19 242 orang, Probable 6 orang, dan terkonfirmasi positif 98 orang.

”Hingga kini, kami masih melakukan pendataan, dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah,” tegasnya.