Sekolah Ekologi, Proyeksi Tata Kelola Kemandirian Pangan Purwakarta

Sekolah Ekologi, Proyeksi Tata Kelola Kemandirian Pangan Purwakarta

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta memproyeksikan sekolah ekologi sebagai gugus terdepan dalam meracik kemandirian pangan. Sekolah ekologi, nantinya menjadi proyek transformasi pendidikan di era revolusi industri 4.0.

Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta Dr. H. Purwanto, M.Pd mengatakan, hari ini, penguasaan wawasan ekologi pada tenaga pengajar dan peserta didik sangat penting. Disdik Purwakarta sudah memiliki pilot project sekolah ekologi ini di Sekolah Ekologi Kahuripan.

"Sebagai percontohan, kami punya Sekolah Ekologi Kahuripan. Tata kelola pendidikan di sekolah ini didorong memiliki tatanan yang baik. Mulai dari penataan kultur, dan penjalanan kebijakan pendidikan Pemkab Purwakarta. Sehingga, ke depan sekolah ini memiliki keunggulan," ujar Purwanto, Selasa (25/8).

Menurutnya, sekolah ekologi cukup strategis untuk menciptakan iklim kemandirian pangan. Sekolah ekologi dapat menjadi pabrik tanaman, yang ekosistemnya terawat.

"Tentu, sebagai bagian dari kesadaran ekologi, lingkungan sekolah harus bersih. Kemudian, tanamannya harus hijau. Sekolah ekologi harus memiliki kesadaran bersama dalam tata kelola sekolah," kata Purwanto.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya tengah mencanangkan program tatanen di Bale Atikan. Bertujuan untuk mengasah, mengembalikan kultur anak-anak Purwakarta agar peka terhadap lingkungan.

"Saya ingin setiap peserta didik memiliki satu jenis tanaman seperti menanam sayuran, seledri, bawang daun, cabai rawit dan jenis tanaman yang memberikan manfaat untuk kebutuhan hidup. Kemudian mereka merawatnya dengan penuh kedisiplinan, tanggungjawab dan keuletan," ucapnya.

Mengenai diskursus sekolah ekologi, Jajaran manajemen Sekolah Ekologi UPTD SMP Negeri 10 usai menggelar In House Training (IHT) Pengembangan Perangkat Kurikulum 2013 Tahun pelajaran 2020-2021 Sekolah Ekologi UPTD SMP Negeri 10 Purwakarta, pada Rabu (19/8/2020) lalu.

Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Purwakarta, Hj. Neneng M Patimah mengatakan, kegiatan itu bertajuk; Meningkatkan Kompetensi Kreatif dan Adaptif menuju Transformasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0, diikuti 15 orang guru dan warga sekolah di lingkungan Sekolah Ekologi.

Dalam agenda ini, hadir Konsultan Sekolah Ekologi Mohamad Irfan Evrizal, sebagai narasumber workshop. "Melalui kegiatan tersebut, kami berharap ada stinulus untuk para guru guna menghasilkan karya yang unggul luar biasa. Khususnya berkenaan dengan sekolah ekologi," demikian Neneng. (ADV)