Dedi Taufik/RMOLJabar

rmoljabar Dampak penyebaran Corona virus atau Covid-19 mulai dirasakan industri wisata di Indonesia tidak terkecuali di Jawa Barat. Salahsatu indikatornya, terjadi penurunan tingkat okupansi hotel sebanyak 5 hingga 7 persen.

Hal itu disampaikan Dedi Taufik Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) dalam acara Dialog Khusus Krisis Pariwisata (community need assesment)  di Hotel Aryaduta, Jalan Sumatera, Kota Bandung, Kamis (12/3).

Untuk itu Kadisparbud telah menyiapkan sejumlah strategi guna menjaga stabilitas sektor pariwisata menyusul keresahan wisatawan pada virus Corona. Bahkan ia menegaskan Jawa Barat sangat siap menyambut kedatangan wisatawan.

“Yang pertama sepakat semua bahwa pelaku industri ini, Jabar siap menerima wisatawan, dan kami telah menyiapkan strategi khusus dari mulai memberikan diskon hingga mendorong destinasi wisata menggagas kegiatan maupun atraksi yang menarik,” kata Dedi.

Kendati begitu semuanya harus ditopang oleh persiapan matang sejumlah industri pariwisata di Jabar untuk bersinergi. Tak terkecuali mengenai eminitas dan atraksi yang akan ditawarkan kepada para wisatawan.

“Kemudian juga mereka sepakat untuk melakukan diskon, untuk di tempat wisata hotel dan sebagainya,” ungkapnya.

Lebih lanjut pihaknya berupaya mempercepat berbagai agenda pariwisata di Jabar, denga membuat surat kepada pemerintah pusat agar lebih memperhatikan tempat wisata di Jabar, sebagaiman dengan yang sudah dilakukan untuk Bali menyusul masuknya virus Corona ke Indonesia.

Dalam kegiatan itu turut hadir diantaranya Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita), dan pengelola destinasi wisata.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here