Ilustrasi/RMOLJabar

rmoljabarDinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Purwakarta merilis data arus lalulintas kendaraan di pintu keluar masuk wilayahnya selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Purwakarta, Iwan Soeroso Soediro mengatakan, durasi pemeriksaan jenis kendaraan dilakukan selama rata-rata 90 menit per-hari untuk 11 hari, hanya dapat memeriksa sejumlah 9.249 unit untuk semua jenis kendaraan bermotor atau sekitar 1,07%.

Dari jumlah kendaraan yang diperiksa itu, jika dirinci untuk pemeriksaan Sepeda Motor sejumlah 3.961 atau 0,46 persen, untuk Angkutan Kota/Desa sejumlah 702 atau 0,08 persen, Kendaraan Jenis Sedan sejumlah 1.478 atau 0,17 persen, Minibus sejumlah 967 atau 0,11 persen, Jenis kendaraan Bus sejumlah 314 atau 0,04 persen, serta Mobil Barang sejumlah 1.827 atau 0,21 persen.

“Pos penyekatan untuk kendaraan di pintu keluar masuk Purwakarta berjumlah 6 (enam) pos, terdiri dari pos Gate Toll Cikopo, Pos Gate Toll Sadang Pos Gate Toll Jatiluhur, Pos Cibatu-Curug, Pos Sawit, dan Wanayasa,” terang Iwan kepada Kantor Berita RMOL Jabar, Sabtu (23/05).

Iwan juga menyebut, Pos-pos penyekatan yang dilakukan penghitungan arus keluar-masuk dan pemeriksaan kendaraan mencakup 4 (empat) pos, yaitu pada pos Cibatu, Curug, Sawit dan Wanayasa.

“Kegiatan pemeriksaan KR dilakukan setiap periode selang 2 (dua) jam, pada periode pukul 06.00-08.00 WIB, Periode pukul 10.00-12.00 WIB, serta Periode pukul 14.00-16.00 WIB,” jelasnya.

Iwan juga menyebut, pada setiap periode dilakukan pemeriksaan jenis kendaraan dengan rata-rata dalam rentang (durasi) waktu 30 menit, serta dilakukan penghitungan arus jenis kendaraan keluar-masuk rata-rata dalam rentang (durasi) waktu 60 menit.

“Persentase pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor yang begitu sedikit (1,07%), tentu sangat jauh dari harapan untuk dapat mencegah penyebaran Covid-19 melalui kendaraan bermotor,” paparnya.

Iwan juga mengatakan, dampak ekonomi yang ditimbulkan dari kegiatan penyekatan ini cukup signifikan, demikian pula dampak sosial yang tergambar melalui media sosial juga tidak kalah hebat pada saat penerapan PSBB.

“Pemberhentian kegiatan PSBB model yang dimaksud mulai 20 Mei 2020, dan dilanjutkan dengan PSBB Komunal,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here