Aksi penolakan RUU HIP di Purwakarta/RMOLJabar

rmoljabar Aksi Persatuan Ulama Purwakarta (PUP) menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) selepas ibadah salat Jumat di depan Gedung Putih Ciganea disambut baik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Anggota DPRD Purwakarta, Komarudin  mengatakan,  maklumat PUP tersebut akan disampaikan kepada DPR RI setelah diterima Komisi I DPRD.

“Karena ini domainnya bentuk perundang-undangan maka komisi satu beserta pimpinan sama-sama akan rekomendasi terkait maklumat itu,” papar Komarudin, Jumat (26/6). 

Ia menegaskan, DPRD Purwakarta akan mendukung isi maklumat PUP tersebut untuk selanjutnya diserahkan kepada DPR RI. 

“Kita Setuju  mendukung. Kita akan sama-sama untuk memberikan pengantar kepada DPR pusat,” jelas Komarudin. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Purwakarta Sri Puji Utami mengatakan, pihaknya setuju dengan maklumat PUP serta menggaris bawahi peran umat Islam yang sangat strategis sejak perjuangan sampai hari ini menjaga NKRI. 

“Mudah-mudahan satu frekuensi dalam menjaga Pancasila, kami akan secepatnya menyampaikan maklumat kepada DPR RI. Bukan hanya menolak RUU harusnya DPR RI mencabut RUU tersebut dari Prolegnas” demikian Puji. 

Diketahui, Aksi penolakan tersebut diakhiri dengan membakar atribut PKI berupa bendera diiringi menyanyikan lagu kebangsaaan. 

Berikut Isi Maklumat Persatuan Ulama Purwakarta Menolak RUU HIP yang disetujui oleh DPRD Purwakarta. 

 

1.Mendukung sepenuhnya maklumat MUI pusat tentang RUU HIP. 

 

  1. Menolak keras RUU HIP dan mendesak DPR RI untuk segera mengeluarkannya dari Prolegnas. 

 

  1. Mendesak Kapolri dan Jajaran Kepolisian Indonesia untuk mengusut tuntas seluruh unsur baik perorangan maupun keorganisasian yang diduga menjadi inisiator dan pencetus dari RUU HIP dengan menggunakan UU nomor 27 tahun 1999. 

 

  1. Mendesak Presiden RI sebagai kepala negara untuk membekukan Orpol dan Ormas yang menjadi inisiator RUU HIP. 

 

  1. Meminta kepada Panglima TNI untuk turut serta aktif menggerakan seluruh jajaran TNI terlibat dalam langkah preventif persuasif atas perseorangan atau organisasi seluruh jaringan yang menjadi inisiator RUU HIP baik di pusat maupun di daerah. 

 

  1. Meminta kepada Kepala Daerah untuk terus meningkatkan kewaspadaan. 

 

  1. Meminta kepada seluruh umat baik organisasi maupun personal penduduk negeri untuk menjalin serta merekatkan persatuan dan kebersamaan juga meningkatkan ibadah kepada Allah SWT dalam menghadapi bahaya tersebarnya paham komunisme, leninisme, marxisme, sekularisme dan liberalisme.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here