Petugas Dispangtan memerika telur ayam/RMOLJabar

rmoljabar Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung melakukan pemeriksaan terhadap telur yang dijajakan sejumlah pedagang musiman di pinggiran jalan di wilayah setempat.

Kepala Dinas Dispangtan Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, pemeriksaan dilakukan guna meyakinkan masyarakat jika telur yang beredar di pasaran, aman untuk dikonsumsi.

“Hasil pemeriksaan organoleptik baik, residu antibiotik negatif, ph normal, lapisan udara dan warna normal,” kata Gin Gin kepada Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (23/5).

Dalam pemeriksaan tersebut, Gin Gin memastikan tidak ada telur infertil (telur untuk ditetaskan menjadi DOC) yang di jual. Terlebih, telur tersebut tidak layak dikonsumsi.

“Hasilnya seluruh telur aman, layak dan sehat. Rata-rata penjual menjual telur dengan harga Rp. 22.000 hingga Rp. 23.000 per kilogram,” tuturnya.

Dijelaskan Gin Gin, secara bertahap pemeriksaan telur akan terus  dilakukan Dispangtan. Hari ini pemeriksaan pihaknya lakukan dengan menyisir Jalan Arcamanik dan Antapani.

“Lokasi pemeriksaan hari ini di Arcamanik dan terminal Antapani,” ujar Gin Gin.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here