Ilustrasi OTT/Net

rmoljabar Perbaikan harus dilakukan pada server yang ada di Disdukcapil Kabupaten Cirebon. Sebab, celah tersebut kerap dimanfaatkan oknum pegawai Disdukcapil untuk melakukan Pungutan Liar (Pungli) dalam cetak e-KTP.

Demikian diterangkan Kepala Desa (Kades) Leuwidinding, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Imas Rasdianto saat menanggapi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Saber Pungli Polda Jabar di Disdukcapil Kabupaten Cirebon.

Imas mengaku sering menerima keluhan dari masyarakat yang tidak bisa melakukan login ke server Disdukcapil untuk mencetak e-KTP setelah melakukan perekaman dan juga telah menerima Surat Keterangan (Suket).

“Kami harapkan pada Pemkab Cirebon dapat mengatasi problem login ke server Dukcapil, karena masyarakat banyak yang mengeluhkan masalah tersebut,“ ujar Imas, Jumat (26/6).

Senada, Sekretaris Desa Putat, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Adang Hidayat mengaku sangat menyayangkan tindakan oknum pegawai Disdukcapil yang memanfaatkan celah kesusahan masyarakat dalam mendapatkan e-KTP untuk memperkaya diri.

“Kami di Pemerintahan Desa selalu dikambing hitamkan oleh masyarakat, tentang e-KTP yang tidak kunjung jadi dan sudah bukan rahasia lagi jika ingin cepat cetak kudu bayar “ Ujar Adang.

Terpisah, Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Lemahabang, Barna mengatakan, pihaknya akan lebih berhati-hati dalam melaksanakan tugas perekaman e-KTP setelah adanya OTT Tim Saber Pungli Polda Jabar.

“Kami akui disini server memang sering error, masyarakat diharapkan dapat bersabar dan mengikuti prosedur (SOP) karena pembuatan e-KTP gratis tidak mengambil jalan pintas dengan membayar sejumlah uang untuk mendapatkan e-KTP, “ ujarnya

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon, Abdul Rohman menerangkan, pihaknya akan memanggil Kepala Disdukcapil dan jajarannya. Menurutnya, permasalahan pelayanan e-KTP harus segera dievaluasi.

“Kami dari Komisi I segera mengagendakan rapat kerja dengan instansi terkait (Disdukcapil), karena pelayanan pada masyarakat tidak boleh terganggu,“ kata Rohman.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here