Menteri Nadiem Makarim/Net

rmoljabar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memanggil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim guna menanyakan beberapa hal soal sengkarut Program Organisasi Penggerak (POP) yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar saat menjadi pembuka acara webinar bertajuk “Menjaga Integritas Dalam Implementasi Kebijakan PPDB” yang juga dihadiri Nadiem Makarim, Rabu (29/7).

Awalnya, moderator acara ini, Budi Setyarso menyampaikan agar pimpinan bisa bersurat kepada pihak-pihak terkait hasil rekomendasi acara webinar tersebut.

“Tapi mungkin juga bisa disambung ya kalau rekomendasi untuk hari ini kita bisa sampaikan ke Pak Menteri, ke Mas Menteri, karena untuk beberapa hal terkait yang sekarang lagi ramai POP itu ya kan kita juga mengundang, rencana mengundang Pak Menteri kemari, bersama Irjen dan Dirjennya,” ujar Lili Pintauli Siregar, Rabu (29/7).

Lili menambahkan, persoalan sengkarut POP di Kemendikbud juga menjadi agenda KPK untuk mendalami untuk menelaah program unggulan Mendikbud Nadiem Makarim itu.

“Jadi mungkin itu juga nanti bisa salah satu agenda yang kita sampaikan selain kita akan menelaah tentang kebijakan tersebut,” singkat Lili.

Sekadar Diketahui, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) dan PGRI telah menyatakan mengundurkan diri dari program dari Kemendikbud tersebut, yakni Program Organisasi Penggerak (POP).

Belakangan Nadiem mengaku minta maaf terhadap Muhammadiyah, NU dan PGRI. Nadiem juga meminta Muhammadiyah, NU dan PGRI kembali bergabung dengan program unggulan Kemendikbud itu.

Kendati demikian, NU dan Muhammadiyah tetap bersikukuh tidak akan ikut dalam program tersebut.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here