Ilustrasi/Net

rmoljabarDugaan pencurian kayu karet di Desa Bunter, Kecmatan Sukadana, Kabupaten Ciamis oleh beberapa orang harus diusut tuntas oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Ciamis

Organisasi Serikat Petani Pasundan (SPP) mendukung penuh agar agar kinerja Polres Ciamis dalam hal ini berhasil.

“Jadi usut tuntas, tidak hanya pada orang yang sudah ditangkap saja. Perlu upaya yang sangat holistic, agar keadilan benar – benar bisa ditegakkan,” ujar Dewan Syuro SPP Imam Bambang Setiawan, Sabtu (16/5).

Menurutnya, tiga orang yang diduga melakukan pencurian karet itu sudah ditangkap Polres Ciamis. Dia menegaskan, pencurian kayu karet yang dilakukan mereka tidak ada kaitannya dengan konflik agraria. Itu adalah murni perbuatan pencurian.

“Kami melakukan investigasi dan itu murni pencurian oleh beberapa orang termasuk di dalamnya, ada oknum SPP yang mencoreng marwah organisasi,” ucapnya.

Bahkan, kata Imam, tim pencari fakta SPP menemukan indikasi keterlibatan orang perusahaan PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) yang bermain kotor, untuk mencari keuntungan pribadi.

Dia meminta Polres Ciamis melakukan investigasi secara mendalan dan menyeluruh agar semua pelaku terungkap.

“Kepolisian jangan hanya menangkap tiga orang buruh tebang kayu karet saja. Tapi, ada dugaan permainan yang dimotori orang PTPN pun harus jadi perhatian,” katanya.

Dari catatan SPP,  jika dilihat diameter fisik kayu yang dicuri itu merupakan kayu peremajaan. Kemudian, dari hak guna usaha (HGU) PTPN yang sudah habis masa pengolahan lahan, harusnya seluruh aset sudah diamankan PTPN.

“Kami curiga ada pembiaran yang disengaja. Ditambah lagi, dengan adannya pihak lain mengelola lahan tegakkan karet yang kontraknya sudah habis dengan Negara, jelas masuk ranah tindak pidana korupsi,” tegasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here