Operasi pasar gula di Cirebon/RMOLJabar

rmoljabarKelangkaan gula pasir akhir-akhir ini sangat dirasakan oleh masyarakat Kota Cirebon. Jika pun ada, harga gula sangat memberatkan masyarakat yaitu di kisaran 16.000 – 18.000 per kilogram, itupun gula dalam kemasan plastik tanpa merk.

Atas situasi tersebut, PT PG Rajawali II telah merencanakan melakukan operasi pasar di beberapa titik di wilayah kerja perusahaan yang meliputi Babakan, Sindanglaut, Cirebon, Palimanan, Jatitujuh, dan Subang. Operasi pasar gula ini dilakukan berkesinambungan sampai pabrik gula melaksanakan giling di kisaran medio Juni 2020.

“PT PG Rajawali II menggelontorkan 5-10 ton gula untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari raya iedul fitri 1441 H, pada harga dipatok Rp. 12.000 – Rp. 12.500,-/kg dengan mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan RI, Nomor 07 Tahun 2020. Untuk pemerataan, kami memberlakukan ketentuan setiap orang yang membeli dibatasi maksimal 2kg”, ungkap, Direktur Utama PT PG Rajawali II, Sagita Hariadin, Sabtu (23/5).

Dikatakan Sagita, dalam 2 hari menjelang lebaran ini, pihaknya telah menggelar operasi pasar di Desa Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Desa Lemahabang dan Desa Cipeujueh, Kec. Sindanglaut, Kabupaten Cirebon dan di Pasar Kramat, Pasar Kanoman, Kota Cirebon.

“Dengan pertimbangan situasi pandemi covid-19 ini, dimana dibeberapa titik lokasi merupakan lokasi dengan status zona merah, maka dalam menentukan lokasi operasi pasar, kami berkoordinasi dengan Muspika dan didampingi oleh aparat kepolisian sector setempat serta koramil agar pelaksanaan operasi pasar ini dapat berjalan dengan tertib”, terangnya.

Sagita memastikan pada pelaksanaan operasi pasar selama terjadinya pandemic covid-19 ini, pihaknya akan memperhatikan prosedur penanganan dan pencegahan Covid-19. Prosedur tersebut antara lain, pembeli diwajibkan memakai masker, cuci tangan yang disediakan di lokasi dan pengecekan suhu tubuh menggunakan ThermoGun.

“Operasi pasar ini diharapkan dapat menekan harga gula dipasaran sesuai harapan pemerintah dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp. 12.500,- per kilogram”, pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here