Ilustrasi surel/Net

rmoljabar Pemkab Purwakarta, sejauh ini terus berjibaku untuk melakukan serangkaian upaya antisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah itu.

Bahkan, upaya pencegahan ini pun dilakukan secara ‘guyub’ oleh pegawai pemerintahan, baik yang ada di lingkungan Setda, dinas/OPD hingga pemerintahan tingkat desa.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menuturkan, sejak mewabahnya virus corona pihaknya telah menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadan agar penyebaran wabah virus corona bisa diminimalisasi.

Salah satunya, meminta seluruh kepala OPD, kecamatan, kelurahan/desa untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan kantornya, termasuk mengintensifkan penyemprotan disinfektan.

“Kami telah menginstruksikan ke masing-masing dinas/OPD, untuk turut melakukan langkah pencegahan. Supaya, penyebaran covid-19 bisa diantisipasi,” ujar Anne, Kamis (28/5).

Pihaknya kembali menginstruksikan seluruh perangkat kerja yang ada untuk meningkatkan upaya pencegahan. Kali ini, meminta seluruh perkantoran untuk mengganti atau mengalihkan media surat menyurat. Jadi, yang tadinya berbentuk berkas (fisik), menjadi berbentuk surat elektronik (Surel).

“Upaya ini, untuk meminimalisasi adanya kerumunan di dalam ruangan kantor. Jadi, kalau surat menyurat yang sifatnya biasa, cukup saja dikirim melalui Surel tidak perlu pakai kertas. Terkecuali yang sifatnya khusus, semisal produk hukum dan sebagainya,” jelas dia.

Terkait insturksinya itu, pihaknya juga meminta supaya kantor OPD dan kantor pemerintahan lainnya untuk menyiapkan loket khusus sebagai pintu masuk surat menyurat tersebut. Jadi, kedepan tak perlu lagi bersinggungan langsung dengan orang banyak di dalam satu ruangan.

“Kedepan, tidak ada lagi surat undangan ke bupati dari OPD, atau OPD ke OPD, termasuk masyarakat yang dikirim melalui media kertas. Semuanya harus melalui elektronik,” tambah dia.

Sementara itu, Ketua Studi Purwakarta, Hikmat Ibnu Aril mengaku, pihaknya sepakat dengan kebijakan yang digulirkan bupati. Apalagi, hal itu bagian dari upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Sekarang mah jaman teknologi. Kalau sekedar surat menyurat, sudah bisa dilakukan secara elektronik,” jelas dia.

Menurutnya, memang sudah seharusnya surat menyurat tak lagi dilakukan dengan gaya konvensional. Apalagi, saat ini perkembangan teknologi sudah semakin maju. Di samping itu, kebijakan ini bisa sedikit menekan biaya belanja pemerintahan untuk pengadaan ATK di masing-masing OPD.

“Untuk belanja kertas kan jadi bisa ditekan tuh. Saya sepakat,” kata Aril.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here