Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Garut Rahmat Hadi/RMOLJabar

rmoljabar Beberapa bulan terakhir hotel dan restoran di Kabupaten Garut tidak ada pengunjung dalam maupun luar negeri. Akibatnya ribuan karyawan hotel dan restauran terpaksa dirumahkan karena tak adanya wisatawan yang datang di tengah wabah corona.

Mulai hari ini, sejumlah hotel memilih untuk tutup. Hal ini diungkapkan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Garut, Rahmat Hadi.

Dirumahkannya ribuan karyawan itu karena tak adanya pemasukkan bagi hotel di tengah pandemi corona. Pengusaha kebingungan untuk membayar upah karyawannya.

“Jumlah itu belum termasuk pegawai di destinasi wisata. Tidak ada tamu yang datang, jadi tidak ada pemasukkan. Beberapa hotel memilih tutup, meski pelayanan masih buka,” ujar Rahmat, Jumat (10/4).

Ads 20 hotel besar yang berada di Kecamatan Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, dan Samarang. Serta tujuh hotel di Darajat, Kecamatan Pasirwangi. Ribuan karyawan yang dirumahkan itu baru berasal dari hotel besar. Belum termasuk hotel-hotel kecil.

“Makanya perlu diinventarisasi lagi jumlah yang terdampak ini. Pemerintah perlu mendata dan beri insentif. Soalnya pelaku wisata ini belum tersentuh,” katanya.

Sebagai daerah tujuan wisata, para pelaku wisata sudah menaati imbauan pemerintah. Tinggal saat ini, pemerintah harus memberi solusi bagi pegawai di tempat wisata yang terdampak.

“Belum ada kejelasan nasibnya. Solusinya harus dipecahkan bersama. Disnaker dan Dinas Pariwisata harus segera bergerak agar para pegawai ini minimal masih bisa makan. Soalnya pendapatan mereka sudah tidak ada,” ucapnya.

Rahmat menambahkan, semua destinasi wisata di Garut sudah tak beroperasional sejak dua pekan terakhir. Pasca corona ini, pemerintah harus bergerak cepat. Minimal dengan memberi stimulus kepada pelaku wisata.

“Ini juga harus jadi momen menghilangkan kesan Garut sebagai kota mahal wisata. Bisa dengan pembuatan Perbup untuk tarif harga wisata. Serta diskon untuk kamar hotel,” katanya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here