Penyemprotan desipketan di Masjid Agung Garut/RMOLJabar

rmoljabar Pemerintah Kabupaten Garut mulai melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pembersihan di ruang publik. Salah satu yang menjadi objek pembersihan ialah Masjid Agung Garut yang disemprot disinfektan.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, penyemprotan disinfektan dilakukan di 42 kecamatan. Lebih dari 2.500 ruang publik dibersihkan untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Selama empat hari ini kami terus semprot disinfektan. Ke masjid, sekolah, kantor semuanya kami semprot, sasarannya tempat kerumunan publik. Ada 1.500 alat semprot yang disiapkan,” ujar Rudy di Alun-alun Garut, Rabu (18/3).

Penyemprotan disinfektan, dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus. Apalagi Pemkab tak mempunyai data soal penyebaran virus corona.

“Jadi ini antisipasi dari kami. Soalnya kami tak punya data soal penyebaran. Tak tahu ada di mana. Makanya untuk mencegah kami semprot disinfektan,” katanya.

Rudy juga mewajibkan pihak swasta untuk melakukan penyemprotan disinfektan. Terutama kawasan pertokoan di perkotaan.

Terkait kesiapan RSUD dr Slamet Garut untuk merawat pasien, Rudy menyebut pihaknya sudah membeli alat kesehatan sesuai intruksi dari pemerintah pusat. Seperti ventilator dan penghisap udara.

“Ventilator Rp 450 jutaan beli dua. Kebanyakan rumah sakit tak punya ventilator. Penghisap udara beli empat untuk sirkulasi biar bagus,” ucapnya.

RSUD dr Slamet sebagai rumah sakit rujukan di Priangan Timur juga sudah menyiapkan tim. Pemkab juga menyediakan APD untuk menangani pasien yang diduga terkena corona.

“APD sudah ada. Kami beli Rp 800 juta. Sebagai persiapan. Harganya memang mahal, yang penting sudah ada,” katanya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here