Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Garut Subhan Fahmi/RMOLJabar

rmoljabar Pemkab Garut tercatat telah tiga kali melakukan rotasi mutasi pejabat di awal tahun 2020. Bahkan, dalam kurun waktu yang sama, Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru pun dibentuk Pemkab Garut.

 

Namun demikian, adanya penggantian pejabat dan pembentukan SOTK baru tersebut tidak diketahui para legislator. Ketua Komisi I DPRD Garut, Subhan Fahmi pun mengaku tidak tahu menahu adanya manuver yang dilakukan Pemkab.

“Saya tidak tahu kalau ada pelantikan, maupun pembentukan SOTK baru. Sampai tiga kali pelantikan saya tidak pernah diberitahu, saya justru tahu dari media dan rekan yang lain,” kata Fahmi, Rabu (08/01).

Fahmi menyatakan, tidak adanya pemberitahuan pelantikan dan pembentukan SOTK baru, pihaknya akan segera memanggil Tim Penilai Kerja (TPK) yang diketuai Sekertaris Daerah  (Sekda) Garut, Deni Suherlan.

“Ketua TPK (Sekda Garut), bersama BKD (Badan Kepagawaian dan Diklat) bakal kita panggil hari Jumat (10/1),” ucapnya.

Menurutnya, pemanggilan tersebut dilakukan pihaknya untuk meminta klarifikasi mengenai pelantikan pejabat dan pembentukan SOTK baru. Sebab, banyak terjadi pemindahan dan pembentukan yang perlu diketahui.

Selain itu, pihaknya juga akan mempertanyakan terkait masalah hasil analisis jabatan dan analisis beban kerja pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengalami perubahan struktur organisasi.

“Misal, pertanahan yang awalnya di bagian Tapem dipindah ke Disperkim. Lalu, ada bagian baru terbentuk, yaitu Bagian Kerjasama dan Bagian Sumber Daya Alam. Hal ini semestinya cepat disosialisasikan ke Komisi I,” ujar Fahmi.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here