Bendung Walahar/net

rmoljabar Perum Jasa Tirta II menyangkal kondisi Bendung Walahar yang meluap dan kapasitas bendungan Jatiluhur sudah penuh. Pihak perusahaan menyatakan, yang terjadi adalah banjir Sungai Citarum di daerah Karawang karena besarnya aliran sungai lokal di bawah Bendungan Jatiluhur.

“Bendungan Jatiluhur tidak memiliki pintu yang dibuka tutup untuk melepas banjir, seluruh debit dikeluarkan melalui pembangkit listrik (PLTA), di mana saat ini TMA waduk masih di bawah normal yaitu + 96,60 mdpl (normal + 107,00 mdpl) atau 10,4 m dibawah normal,” kata Sekretaris Perum Jasa Tirta II, Nandang Munandar melalui pernyataan tertulisnya, Senin (24/2).

Menurutnya, air yang keluar dari bendungan Jatiluhur hanya 93 m3/dt, di mana debit banjir berasal dari Sungai Cikao tercatat sebesar 223,82 m3/dt dan puncak limpasan Cibeet 681 m3/dt menuju aliran ke Kabupaten Karawang yang berada di hilir atau bawah Bendungan Jatiluhur.

“Sedangkan sungai Cikao masuk kedalam aliran Sungai Citarum (di Desa Cikao Bandung, Kecamatan Jatiluhur) dan selanjutnya Sungai Citarum bertemu dengan Sungai Cibeet,” tuturnya.

Nandang juga mengatakan, kepada pada khalayak diingatkan untuk tidak mudah percaya kepada berita-berita yang bersipat hoaks, yang telah dihembuskan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Untuk Informasi lebih lanjut tentang kondisi Tinggi Muka Air (TMA) dapat diakses melalui laman perusahaan di www.jasatirta2.co.id,” demikian Nandang. [r]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here