Ema Sumarna/RMOLJabar

rmoljabar Aparat kewilayahan tingkat kecamatan dan kelurahan di Kota Bandung diminta lebih gencar mengimbau warganya tidak mudik. Termasuk juga meminta warga tetap berada di rumah saat Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah.

“Sekarang ada arus mudik kita harus perketat inventarisasi, kalau tidak ya kita jebol. Kita tidak ingin ada berita tidak bagus. Seperti ada yang terpapar karena dari mudik,” ucap Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna, di Balaikota Bandung, Sabtu (23/5).

Guna memutus penyebaran virus corona, papar Ema,  bisa dilakukan dengan meminimalisir interaksi. Oleh karenanya, Ia juga meminta agar warga sadar dan terbuka untuk melapor apabila terlanjur pergi ke kampung halaman.

“Masa kita menghalang-halangi orang yang sudah datang. Terpenting harus terdata. Jangan menyebarkan penyakit. Mereka harus isolasi,” tegasnya.

Selain itu, Ema mengaku telah meminta aparat kewilayahan di tingkat kecamatan menyiapkan tempat khusus isolasi. Tempat tersebut sebagai antisipasi apabila ada warga yang tidak memiliki sarana prasarana memadai untuk isolasi mandiri.

Menurutnya, Dinas Kesehatan Kota Bandung mengirim 20 ODP ke Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jabar untuk isolasi. Hal tersebut mengingat mereka tidak menunjang untuk isolasi mandiri di tempat tinggalnya.

“Kita juga mintakan di kecamatan kalau memungkinkan untuk melakukan isolasi di tingkat kecamatan. Saya yakin di kecamatan pasti ada. Contohnya Sukajadi yang mengusulkan ada gedung milik Kemendagri,” tutur Ema.

Ema juga menyatakan, Pemkot Bandung kini terus berupaya bisa merealisasikan penggunaan RS. Edelweiss dan Gedung PPSDM, di Jalan Sangkuriang.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here