Terdampak Corona, Sopir Angkutan Umum Di Majalengka Merana

Terdampak Corona, Sopir Angkutan Umum Di Majalengka Merana

Kebijakan pemerintah pusat yang membatasi aktivitas warga di luar rumah sebagai langkah memutus menyebarnya Covid-19, sangat berdampak terhadap nasib awak angkutan umum di daerah.


Sekitar 70 persen awak angkutan umum di Kabupaten Majalengka terancam kehilangan pekerjaannya akibat sepi penumpang.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPC Organda Kabupaten Majalengka Anung Nurjaman kepada RMOLJabar melalui sambungan telepon, Jumat (3/4).

”Saat ini tercatat sebanyak sekitar 700 unit Angkot di Kabupaten Majalengka terancam tak beroperasi lagi.Dari jumlah keseluruhan itu, 70 persen berhenti narik, karena kasus Corona ini," kata Anung.

Jika pun masih ada yang narik penumpang, lanjut Anung, jumlahnya sedikit dan rata-rata hasilnya tak mutup biaya operasi.

"Yang 30 persen masih tetap jalan, akan tetapi sepi penumpang. Sebelumnya memang sudah sepi. Apalagi sekarang lagi ramai oleh Covid-19, kondisi semakin parah," tambah Ketua Organda tersebut.

Denga  kondisi seperti itu, Anung berharap pemerintah memberikan perhatian kepada mereka yang mencari kehidupan dengan usaha tersbut.

"Kami sangat prihatin dengan kejadian bencana virus corona. Tapi apa boleh buat, meskipun kita sangat terpuruk dengan kondisi ini, semoga pemerintah ada perhatian khusus," demikian Anung.