Tedi Garnida/RMOLJabar

rmoljabar Harga bahan pokok di Kabupaten Pangandaran mulai merangkak naik, meski tidak signifikan. Kenaikan diduga terjadi akibat sejumlah kebijakan yang diterapkan pemerintah di tengah pandemi Covid-19.

Kendati mengalami kenaikan, stok bahan pokok dinilai masih aman dan belum mengalami kelangkaan pangan. Hanya saja, para pedagang mulai mengeluh karena kurangnya jumlah pembeli yang berbelanja di pasar tradisional.

“Banyak sih pedagang yang ngeluh, tapi kan ini semuanya terdampak. Solusi juga sedang kami carikan supaya pedagang tetap bisa makan,” terang Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah, Tedi Garnida, Jumat (3/4).

Dari sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan, bebernya, beberapa di antaranya ada yang turun, seperti cabe, ayam dan telur. “Di Pasar Pananjung dan Kalipucang, cabe turun drastis dari Rp20 ribu hingga Rp40 ribu, di Parigi naik sekitar Rp5.000. Kalau telur semua pasar turun harga,” jelasnya.

Sementara untuk harga beras, kedelai dan daging sapi, ucap Tedi, di semua pasar yang dikelola Pemkab Pangandaran tetap stabil. “Penanggulangan Covid-19 kan tidak hanya di Pangandaran. Pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten sedang cari solusi. Bersabar saja,” tandasnya.

 

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here