Kondisi pesisir Cirebon yang terdampak limbah batu bara/RMOLJabar

rmoljabar Lebih dari kurun waktu tiga tahun terakhir, nelayan pesisir Cirebon mengalami kesulitan dalam menangkap ikan dan rajungan. Kondisi tersebut, diduga karena adanya buangan limbah industri yang dilakukan perusahaan batu bara ke laut.

 

Demikian diungkapkan Turina (45), salah seorang nelayan sekaligus mantan Ketua RW 02 Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu saat berbincang dengan wartawan Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (17/01).

Turina mengatakan, kesulitan dalam menangkap ikan dan rajungan juga berdampak pada penurunan pendapatan. Kondisi air yang tercemar membuat ikan-ikan dan rajungan menjadi sukar didapat.

Dirinya pun terpaksa harus menempuh jarak bermil-mil ke tengah laut demi mendapatkan ikan dan rajungan yang biasanya mudah ditemui di pinggir pesisir. Dampaknya, ongkos yang dirinya keluarkan pun menjadi lebih besar dan tak sebanding dengan pendapatan.

“Sudah tiga tahun hasil tangkapan kami terus berkurang, sekarang harus lebih ke tengah laut untuk dapat ikan dan rajungan. Ini akibat banyaknya limbah industri yang dibuang ke laut,” ujar Turiman.

Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang diduga membuang limbah batu bara/RMOLJabar

Namun demikian, Turina dan nelayan lainnya terus bertahan di tengah kesulitan tersebut. Dirinya mengaku hanya bisa pasrah karena tidak tahu harus bagaimana dan mengandu kepada siapa atas permalasahan yang dialami.

“Kami nelayan di sini bingung, mau mengadu sama siapa, kami tidak menolak adanya industri tapi tolong jangan membuang limbahnya secara sembarangan agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan,” ucapnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here