Terdampak PHK Akibat Pandemi, Buruh Perempuan Di Purwakarta Dapat Pendampingan Dan Modal Usaha

Bantuan Program Pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri diberikan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bagi kelompok pekerja perempuan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terdampak Covid-19 di Purwakarta.


Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, bantuan tersebut berupa pelatihan dan stimulan modal. Sehingga, nantinya para pekerja perempuan yang terkena PHK atau dirumahkan bisa berwirausaha secara mandiri.

Ida memberikan alasan kenapa hanya perempuan yang dipilih mendapatkan bantuan tersebut. Menurutnya, perempuan lebih terdampak akibat pandemi Covid-19, selain para pekerja laki-laki yang juga mendapatkan dampak serupa.

"Dulu kelompok kerja laki-laki lebih sering mendapatkan bantuan, jadi kali ini kita memberikan porsi untuk perempuan. Saya banyak berkomunikasi dengan serikat pekerja dan buruh perempuan, mereka banyak bercerita dan menyampaikan keluh kesah setelah di PHK dan di rumahkan akibat pandemi," jelasnya, di Purwakarta, Jumat (14/8).

Selain itu, Ia juga menilai pekerja perempuan membutuhkan pendampingan dan modal, sehingga pihaknya memberikan bantuan kepada perempuan. Ia pun berpesan agar pekerja tetap kuat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Teman-teman tetap survive, tetap semangat menghadapi pandemi saat ini, kita tidak boleh kalah, tidak boleh menyerah dalam menghadapinya," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menyambut baik kegiatan yang digelar Kemnaker. Menurutnya, program Kemnaker RI hampir sama dengan program Pemkab Purwakarta yang sudah berjalan selama pandemi Covid-19.

"Kami menyambut baik program ini. Tentu saja selain itu pemkab sudah menyiapkan program yang sama, yaitu memberikan stimulus kepada tenaga kerja yang dirumahkan, kita menyiapkan 1000 penerima untuk tahap kedua yang masing-masing pelaku usaha menerima sejumlah 2 juta rupiah," kata Anne.

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan antisipasi dari pemerintah, baik itu pemerintah pusat maupun daerah dalam mengantisipasi dampak lain dari pandemi Covid-19.

"Program ini, bentuk pemerintah mengantisipasi dampak ekonomi Covid-19 yang dirasakan oleh masyarakat," ucapnya.

Selain itu, menurut data Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Purwakarta ada lebih dari 8.000 pelaku UMKM. Jumlah yang sangat banyak tersebut, tersebar di hampir semua titik di Purwakarta.

"Saat ini, mereka terbantu oleh adaptasi kebiasaan baru/new normal yang saat ini sudah dijalankan. Dan tempat wisata yang saat ini sudah mulai beroperasi serta menarik pengunjung yang datang, kembali mendorong perekonomian masyarakat," tutup Anne.