Ilustrasi Demokrat/RMOL

rmoljabar Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Bandung meminta ada evaluasi soal Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui sistem daring (online) yang saat ini berjalan karena hanya menimbulkan masalah baru.

Anggota Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bandung, Yayat Sudayat mengaku prihatin dengan pelaksanaan PJJ daring bagi para pelajar. Apalagi bila melihat kemampuan dari orang tua siswa tak sama.

“Bahkan di Kabupaten Bandung itu banyak orang tua dari kalangan tak mampu harus membeli gadget/ HP android agar anaknya bisa belajar secara daring,” ungkap Yayat saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (31/7).

Kenyataan tersebut, dikatakan Yayat perlu disikapi semua pihak mulai dari kepala daerah, dinas pendidikan maupun dari elemen lainnya. Mengingat kebijakan PJJ daring dipilih karena dampak pandemi Covid-19.

“Tak hanya soal gadget masalah lain pun mengemuka seperti kebutuhan kuota dan kondisi jaringan seluler di tiap wilayah. Ini perlu dipikirkan agar proses pembelajaran berlangsung aman dan nyaman,” tutur Yayat.

Melalui parlemen, Yayat yang juga Anggota Badan Musyawarah (Bamus) juga akan terus mencari celah dengan berkoordinasi bersama pemerintah agar memprioritaskan penyediaan Android dan kuota bagi pelajar. 

“Mudah-mudahan bisa segera ada evaluasi, solusi atau cara mengatasi permasalahan tersebut. Sehingga kebutuhan warga miskin bisa terpenuhi dan tidak lagi memaksakan diri untuk membeli HP second,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here