Kunjungan Komisi IV DPRD Jawa Barat ke Situ Cibereum, Tambun Selatan/RMOLJabar

rmoljabar Situ Cibeureum yang berada di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi akan menjadi perhatian Pemprov Jabar. Rencananya, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi objek wisata.

 

Ketua Komisi IV DPRD Jabar, Imam Budi Hartono mengatakan, Situ Cibereum memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata. Dengan demikian, perekonomian masyarakat ke depannya bisa terangkat.

“Di sekitar situ ini tidak ada pabrik. Ini bagus ya. Jadi tidak ada polusi. Kalau ini dikelola dan dikembangkan, bisa menghidupkan ekonomi kreatif yang ada di sini,” kata Imam usai meninjau Istu Cibeureum bersama jajaran Komisi IV DPRD Jabar, Selasa (14/01).

Imam menjelaskan, kondisi Situ Cibeureun dinilai lebih baik dibanding Situ Rawakalong yang berada di Depok. Menurutnya, ada beberapa kelebihan dari situ yang berlokasi di Desa Lambangsari dan Desa Lambangjaya tersebut.

Seperti akses yang mudah, kondisi air yang masih terjaga dan lainnya. Untuk itu, pihaknya akan mendorong Pemprov Jabar untuk menjadikan Situ Cibereum sebagai objek wisata agar dikelola dengan baik.

“Kebijakan anggaran di bawah kepemimpinan (Gubernur Jabar) Ridwan Kamil memang luar biasa. Perhatian gubernur untuk pembangunan objek wisata memang besar,” katanya.

“Seperti di Depok ada Situ Rawakalong. Biayanya tahun kemarin Rp4,2 miliar. Dan, sekarang 2020 lebih besar lagi anggarannya menjadi Rp81 miliar. Nah kalau Situ Cibereum dibuat seperti Rawakalong akan sangat menarik sekali,” lanjutnya.

Selain Pemprov Jabar, komisi IV juga akan berkoordinasi dengan pihak pengembang Grand Wisata untuk mewujudkan rencana tersebut. Pasalnya, perumahan tidak diperbolehkan menutup akses warga, hingga membuat terisolir.

“Kita akan coba berkoordinasi. Baik dengan kementerian karena ini aset pemerintah pusat, Dinas Sumber Daya Air di provinsi dan memanggil pihak-pihak terkait. Seperti pengembang Grand Wisata,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi, Jamari Tarigan mengatakan, beberapa situ di Kabupaten Bekasi akan diambil alih pemerintah provinsi untuk pengelolaannya, termasuk Situ Cibeureum.

“Ya contohnya seperti yang di Depok. Jadi nanti untuk penganggaran, DED dan fisik menjadi kewenangan provinsi. Pengelolaannya oleh Pemerintah Jawa Barat, tapi aset tetap milik pemerintah pusat,” ungkap Jamari.

Disamping itu, pihaknya akan melibatkan stakeholder setempat untuk pengelolaannya. Antara lain dari Karang Taruna, BUMDes dan Pokdarwis.

“Mudah-mudahan ini segera terealisasi. Karena tadi salah satu anggota dewan mengatakan akan datang lagi ke sini (Situ Cibereum) tahun 2021 dan semuanya harus sudah selesai,” ungkapnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here