Ketua DPD PKS Majalengka Asep Aminudin/Ist

rmoljabar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai dari tingkat nasional sampai ranting secara tegas menyatakan menolak untuk diteruskan pembahasan Rancangan Undang undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Begitu juga yang disampaikan Dewan Pimpinan Daerah PKS Kabupaten Majalengka beserta seluruh kader pengurus menolak tegas akan RUU HIP yang dinilai bisa menimbulkan perpecahan dan perang kepentingan di tengah masyarakat.

Ketua DPD PKS Majalengka Asep Aminudin beserta Fraksinya menolak diteruskannya pembahasan RUU yang dinilai menjadi pemicu retaknya persatuan dan kesatuan bangsa yang selama ini dibingkai oleh Kesaktian Pancasila.

“Pancasila adalah ideologi negara hasil kesepakatan pendiri bangsa yang sudah final dan mengikat. Pancasila sebagai titik temu semangat nasionalisme dan religius yang sudah berhasil mempersatukan bangsa dan memperkuat NKRI selama ini,” ujar Asep Aminudin kepada Kantor Berita RMOLJabar, Senin (29/6).

Lanjut Asep, Pancasila sudah menjadi darah daging bangsa dan negara. Sehingga tidak bisa lagi diubah atau diutak atik menjadi Trisila ataupun Ekasila.

“Pancasila adalah satu kesatuan yang dijiwai oleh semangat Ketuhanan Yang Maha Esa. Pancasila tidak bisa diperas menjadi Trisila atau ekasila, karena akan melemahkan eksistensinya sebagai ideologi bangsa,” paparnya.

Hal yang paling penting, sambung Asep, ialah dengan tidak mencantumkannya TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI dan Larangan Ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme dalam konsideran RUU HIP yang dikhawatirkan akan jadi momentum kebangkitan ideologi selain Pancasila.

“Dengan tidak memasukkan TAP MPRS tersebut dikhawatirkan akan menjadi entry point bagi bangkitnya paham komunisme di Indonesia,” imbuhnya.

Terkait aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada partainya, Asep kembali menegaskan komitmen partainya secara nasional untuk konsisten mengawal suara rakyat terkait penolakan RUU HIP ini.

“Kita Partai Keadilan Sejahtera sangat konsisten dalam mengawal aspirasi rakyat, terlebih masalah ideologi bangsa yang harus kita jaga dan kawal bersama, karena suara rakyat yang paling tajam,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here