Ilustrasi/Net

rmoljabar Pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Jawa Barat akan lebih diperketat. Hal itu dilakukan demi menjaga penyebaran virus corona atau Covid-19.

Begitu dikatakan, Asisten Daerah (Asda) Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Sosial, Setda Provinsi Jabar, Dewi Sartika, dalam Keteranganya, Kamis (2/7).

“Penerapan protokol kesehatan dan pembatasan mobilisasi peserta tes diketatkan. Tujuannya mencegah penularan Covid-19,” jelasnya.

Dewi menuturkan terdapat tujuh perguruan tinggi negeri di Jabar akan menggelar UTBK-SBMPTN. Ketujuh perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Universitas Siliwangi (Unsil), dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

“Ada beberapa kebijakan yang bertujuan untuk melindungi keselamatan peserta, sehingga pelaksanaannya harus 100 persen memenuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Langkah lainnya adalah dengan melakukan pengecekan suhu dan pembatasan jumlah peserta bagi yang berdomisili di Jabar. Ini untuk menghindari imported case kasus impor.

“Yang pasti adalah mereka membuat surat pernyataan untuk bertanggungjawab selama kegiatan UTBK termasuk berkoordinasi dengan kabupaten/kota tempat pelaksanaan kegiatan. Bagaimana mereka menyiapkan keamanan di sekitar lokasi pelaksanaan UTBK, dan protokol teknis kesehatan UTBK,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here