Kadisdik Garut, Totong/RMOLJabar

rmoljabar Anggaran sebesar Rp14,3 miliar disiapkan Pemkab Garut untuk membantu guru honorer terdampak Covid-19. Bantuan tersebut adalah pertama kalinya diberikan pemerintah untuk guru honorer di Kabupaten Garut.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten (Kadisdik) Garut, Totong, mengatakan, sebanyak 17.370 guru honorer sudah bisa mencairkan bantuan dari Pemkab Garut terhitung hari ini, Rabu (20/5).

Totong mengklaim, bantuan untuk guru honorer hanya Garut yang melakukan. Padahal, kata dia, guru honorer menjadi salah satu yang paling terdampak wabah Covid-19.

“Garut jadi pionir memberikan bantuan untuk guru honorer. Tentunya inisiatif pimpinan kita Pa Bupati dan Pa Wakil Bupati,” kata Totong, saat dihubungi.

Totong mengaku, dalam hal tersebut Disdik yang mengajukan program bantuan. Namun tentunya, kebijakan pimpinan yang lebih menentukan. 

Disinggung penerima bantuan yang harus masuk di Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Totong mengaku memang hal tersebut yang menjadi salah satu persyaratan administratifnya. 

“Kalau guru tidak ada dalam Dapodik, nanti bagaimana membuat laporan pertanggungjawabannya,” kata Totong. 

Namun menurut Totong, bagi guru yang tidak masuk dalam Dapodik bisa dialokasikan dari Biaya Operasional Sekolah (BOS), sesuai Surat Edaran Mendikbud nomor 4 tahun 2020 tentang penanganan Covid-19.

“Jadi tidak ada salahnya, guru honorer yang tidak tercover bantuan dari Pemkab Garut, kepala sekolah bisa mengalokasikan dari BOS,” kata dia. 

Menurut Totong, dirinya menerima saran dari Apsi Garut terkait penggunaan dana Baznas, namun menurutnya akan memakan proses waktu yang lama. Jadi kata dia, alternatifnya menggunakan dana BOS. 

Masih menurut Totong, uang yang akan diterima guru honorer yaitu sebesar Rp500 ribu. Nantinya, guru yang dapat bantuan akan menerima untuk dua bulan. 

“Jadi total bantuan yang akan diterima sebesar Rp1 juta,” tandasnya. 

Menurut Totong, bantuan tersebut tanpa potongan sama sekali. Jika ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari bantuan ini akan ditindak tegas dan diproses secara hukum. 

Totong menjelaskan, guru honorer penerima bantuan bisa mencairkan bantuan mulai hari ini. Untuk pencairannya akan langsung ke rekening Bank BJB.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here