Ilustrasi/Net

rmoljabarPanitia Khusus (Pansus) Covid -19 di DPRD Kabupaten Bandung yang rencananya akan bertugas mengawasi Pemkab Bandung dalam menangani pandemi corona akhirnya gagal terbentuk.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung dari Fraksi PKS Dasep Kurnia dalam keterangan kepada sejumlah wartawan, Kamis (21/5).

Menurut Dasep, usulan 29 anggota DPRD yang ingin membentuk Pansus Covid-19 dibatalkan Banmus yang diketuai Sugianto dari Fraksi Partai Golkar secara aklamasi bukan dengan cara pemungutan suara.

“(Dengan pembatalan ini) DPRD kehilangan momentum, karena dengan transparansilah bisa meningkatkan kinerja yang pro rakyat dari semua sisi. Publik bisa menilai sendiri, mengapa Pansus ini ditolak,” tegasnya.

Walau secara fungsi pengawasan terhadap kinerja Pemkab Bandung bisa melalui AKD (Alat Kelengkapan Dewan) yakni instrumen komisi, kata Dasep, tidak akan maksimal. Sebab pansus DPRD sarana yang diperlukan.

“AKD itu terbentuk sebagai bagian fungsi DPRD yang melekat sejak awal. Sementara pandemi Covid 19 sesuatu yang luar biasa sehingga pengawasannya pun harus jelas. Atas dasar itu pansus harus ada,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here