Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum/RMOLJabar

rmoljabar Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menilai, tugas sebagai kepala desa bukan sekadar melakukan pembangunan bersifat fisik, namun juga membangun masyarakat dengan mengubah paradigma dan pola pikir menuju lebih baik.

“Harapan kami, kepala desa dengan lidahnya, kewenangannya, anggarannya, dan juga dengan pengetahuannya, tolong ubah paradigma masyarakat,” ucap Uu, saat membuka Diklat Pengembangan Kompetensi Tata Kelola Pemerintahan Desa Tahun 2020 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jabar, Kota Cimahi, Senin (24/2).

Menurutnya, yang harus diubah adalah rasa peduli terhadap lingkungan karena saat ini masih banyak orang membuang sampah sembarang dan menjadi salah satu penyebab banjir. “Kemudian juga yang perlu ditekankan oleh para kepala desa adalah penekanan terhadap moral dan akhlak,” ungkapnya.

Uu juga meminta para kepala desa untuk menjaga keamanan sehingga masyarakat merasa nyaman dan aman. “Desa itu harus aman harus tenang,” ujarnya.

Uu mengingatkan, kepala desa tidak melakukan tindak korupsi, tidak terlibat pada lingkaran Narkoba, serta membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warrahmah, sehingga berpengaruh pada pola kepemimpinan.

“Harapan kami pada para peserta yang sudah melaksanakan pendidikan di sini agar memanfaatkan ilmu yang telah dimiliki. Pemanfaatan itu ada dua, yaitu untuk diri sendiri dan untuk masyarakat,” kata dia.

“Karena kalau mencari ilmu kemudian tidak dimanfaatkan percuma. Oleh karena itu, saya harap peserta bukan hanya hadir, tetapi memanfaatkan ilmu yang didapat,” tambahnya.

Adapun Diklat Pengembangan Kompetensi Tata Kelola Pemerintahan Desa Tahun 2020 diikuti 60 kepala desa dari Kabupaten Bandung Barat (10 orang), Kabupaten Pangandaran (14), Kabupaten Sukabumi (12), Kabupaten Tasikmalaya sebanyak (15), dan Kota Banjar (9). Pelatihan berlangsung selama tujuh hari mulai 23 hingga 29 Februari 2020.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here