Wartawan/Net

SEJAK awal mula virus corona muncul di Wuhan, China nan jauh di sana. Sampai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berkantor di Jenewa, Swiss, menetapkannya sebagai pandemik, kita di Indonesia bisa mengikutinya dengan seksama.

Mengikuti dengan seksama berati bersiap secara seksama jika virus corona sampai ke negeri tercinta ini dengan menulari rakyat Indonesia.

Mengikuti dengan seksama dapat diartikan waspada secara seksama dan bersama-sama semenjak dini.

Mengikuti dengan seksama dapat juga diartikan mempersiapkan semenjak dini untuk menghadapi segala kemungkinan yang mungkin terjadi dengan langkah-langkah yang efisien dan efektif.

Mengikuti dengan seksama dapat juga diartikan punya waktu cukup menyiapkan pengetahuan, wawasan, perilaku, dan mental masyarakat.

Menyiapkan pengetahuan, mental, dan sikap terhadap kurang lebih 270.000.000 (dua ratus tujuh puluh juta) rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote.

Siapakah sosok pejuang tangguh yang berada pada barisan terdepan sehingga kita, mulai dari pejabat sampai masyarakat umum, dapat mengikuti perkembangan penyebaran virus corona tersebut?

Salah satunya adalah wartawan.

Masuk ke sumber-sumber utama berita dengan segala risiko agar seantero dunia dapat mengikuti dan mempersiapan diri, meningkatkan kewaspadaan diri, meningkatkan kehati-hatian publik.

Masuk ke sumber-sumber utama berita dengan segala risiko untuk memberi laporan sebagai peringatan dini bagi pengambil kebijakan publik di semua level agar mempersikan segala yang diperlukan untuk melindungi publik masyarakat luas.

Masuk ke sumber-sumber utama berita dengan segala risiko membuat laporan untuk membangun kesadaran kolektif dan kesiapan kolektif masyarakat menghadapi pandemik corona agar tidak ada kepanikan kolektif.

Terkadang, sumber utama berita berada di kantor hebat tetapi terkadang sumber utama berita di lokasi potensi paling banyak virus vorona, misalnya rumah sakit rujukan.

Dan tidak jarang juga sumber berita utama adalah penderita itu sendiri yang tidak disadari dan diketahui.

Wawancara langsung, jarak sedemikian dekat, kecipratan air liur narasumber utama, mengenai tangan dan peralatan wartawan.

Tidak berhenti di situ, bahkan saat sumber berita utama diketahui positif corona, tidak ada jaminan wartawan segera dapat penanganan medis yang memadai.

Sobatku wartawan, kalian adalah gugus terdepan membangun kesadaran dan kewaspadaan seluruh rakyat Indonesia menghadapi ujian maha berat bangsa Indonesia ini.

Kalian adalah gugus terdepan membangun kedisiplinan masyarakat untuk menahan laju penyebaran virus corona yang telah pada level pandemik ini.

Ikhlas saat bekerja, niatkan sebagai ibadah karena harapan seluruh rakyat Indonesia berada pada pundakmu, para wartawan.

Harapan kami semua, semoga melalui kerja gigih dan karya jurnalistik wartawan, penyebaran virus corona dapat dikendalikan secara efektif dan segera berakhir.

Salah satunya karena terbangunnya kesadaran dan disiplin semua pihak dan tepatnya pejabat publik dalam mengambil kebijakan-kebijakan strategis.

Hendra J. Kede

Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here