Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis/RMOLJabar

rmoljabar Hanya Kabupaten Ciamis daerah di Jawa Barat yang masuk dalam siklus tiga tahunan demam berdarah dengue (DBD) dengan jumlah penderitanya meningkat. Dinas Kesehatan sudah mengantisipasi melonjaknya penderita DBD.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis Bayu Yudiawan mengatakan, seperti pada tahun 2016 lalu mencapai 749 orang yang terjangkit DBD.

“Setiap siklus tiga tahunan di Jawa Barat hanya di Ciamis saja selalu meningkatnya kasus DBD,” kata Bayu di Kantornya, Rabu (18/12).

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Ciamis hingga November 2019, ada 359 orang yang terjangkit DBD. Tidak ada yang sampai meninggal dunia.

Mengenai siklus tiga tahunan, pihaknya sedang meneliti penyebab dari meningkatnya angka DBD. Pihaknya juga belum ada laporan pasti dari para ahli yang meneliti.

“Memang sedang diteliti mengenai siklus tiga tahunan ini oleh para ahli. Karena bingung hanya Ciamis saja yang selalu ada peningkatan besar mengenai kasus DBD,” jelasnya.

Maka lanjutnya, Dinas Kesehatan Ciamis hingga saat ini selalu memberikan pemahaman kepada warga untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dengan cara mengubur, menguras, dan menutup.

“Surat edarannya sudah ada kepada 37 puskesmas di Ciamis. Kami mengajak masyarakat berperan aktif melalui gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik) mengurangi penderita DBD,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here