Waspadai Konfirmasi Positif Tanpa Gelaja, Masyarakat Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Waspadai Konfirmasi Positif Tanpa Gelaja, Masyarakat Diminta Patuhi Protokol Kesehatan
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman/RMOLJabar

Masyarakat Kabupaten Garut diimbau untuk tetap mewaspadai kasus orang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala. Untuk itu, masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19.


"Yang orang tanpa gejala yaitu OTG (orang tanpa gejala) banyak sekarang, kalau dari sisi penularan lebih berbahaya," kata Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, Rabu (16/9).

Helmi menuturkan, jumlah kasus positif Covid-19 yang saat ini tercatat di Garut sebagian ada yang tidak menunjukan gejala seperti flu, atau mengeluhkan sakit lainnya.

Namun ada juga pasien positif Covid-19, kata Helmi, mengeluhkan sakit seperti batuk, atau yang sudah parah yakni sesak napas.

"Nah ini tadi ada yang gejala ringan, sudah berat, ada yang OTG, ringan itu batuk pilek, dan berat itu sesak," katanya.

Ia juga menyampaikan, seluruh orang yang terdeteksi positif Covid-19 diwajibkan menjalani perawatan medis di rumah sakit sesuai standar operasional, dan tidak boleh menjalani isolasi mandiri.

Bahkan, lanjut dia, orang positif yang tidak menunjukan gejala tidak diperbolehkan menjalani isolasi mandiri. Karena khawatir orang sekitarnya tertular jika mengabaikan protokol kesehatan.

"Sekarang isolasi mandiri tidak bisa sembarangan, harus dilihat dulu, kalau tidak sesuai protokol khawatir ada penularan," katanya.

Ia menambahkan, saat ini kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah setiap harinya, bahkan hingga pertengahan September terjadi peningkatan yang cukup besar dibandingkan Agustus.

Tercatat kasus positif Covid-19 saat ini, kata dia, sebanyak 135 orang, satu kasus isolasi mandiri, 38 kasus isolasi di rumah sakit, 90 kasus sudah dinyatakan sembuh dan enam kasus meninggal dunia.

"Peningkatan kasus ini karena ada klaster keluarga," katanya.